• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Author Archive

Soeharto dalam Ketahanan Pangan Pembangunan Nasional

PAK HARTO TAK PERNAH BERHENTI PIKIRKAN KETAHANAN PANGAN

JAKARTA – Presiden ke-2 RI Soeharto (Pak Harto) tidak pernah berhenti memikirkan ketahanan pangan, sebab bagi dia tidak akan ada ketahanan nasional di dalam negara apabila rakyatnya kurang makan.

Pernyataan itu dikemukakan puteri pertama Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dalam buku “Soeharto: Ketahanan Pangan dalam Pembangunan Nasional” yang peluncurannya dilakukan di Gedung Dewan Pers Jakarta, Kamis (6/9).

Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Harapan Kita itu ditulis oleh wartawan senior Koos Arumdanie. Sang penulis adalah seorang jurnalis yang telah mengikuti dari dekat dinamika pemerintahan di Istana Negara sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto.

Berbekal catatan-catatan semasa aktif meliput kegiatan kepresidenan itu pula, ketua Pewaris (Persatuan Wartawan Istana) itu mengungkap lebih rinci apa itu ketahanan pangan dalam hubungannya dengan pembangunan nasional di era Orde Baru.

Dalam buku tersebut Mbak Tutut lebih lanjut menceritakan, sejak berhenti dari jabatan Presiden RI ke-2, Pak Harto yang saat itu sedang terkena stroke dikunjungi  Hioe Husni Wijaya, teman memancingnya.

Pak Harto pun bertanya, “sekarang harga beras berapa?”  Dijawab Hioe:”Enam ribu dua ratus, Pak.”  Pak Harto menimpali: ”Mahal ya… kasihan rakyat.” Raut mukanya tampak murung.

“Itu beras dari mana, dalam negeri apa impor?” Lagi Pak Harto bertanya.  Hioe menjawab bahwa beras itu menurut pemberitaan berasal dari Vietnam. Pak Harto semakin masygul. ”Berarti swasembada saya gagal,” katanya.

Dibagi dalam sepuluh bab, buku setebal 258 halaman itu secara lengkap menghadirkan sejumlah data dan informasi yang menarik tentang latar belakang Pak Harto memilih ketahanan pangan sebagai basis pembangunan nasional, termasuk bagaimana peran Bulog dan Koperasi maupun inovasi teknologi yang diadopsi Pemerintah Orde Baru.

Kegigihan Presiden Soeharto mewujudkan ketahanan pangan membuahkan hasil yang pencapaiannya diakui badan pangan dunia (FAO). Lembaga dunia itu pada Juli 1986 menganugerahi medali emas kepada Presiden Soeharto yang bertuliskan “From Rice importer to self-sufficiency”.

Medali tersebut khusus diberikan kepada kepala negara di dunia yang berhasil dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

FAO menggunakan istilah “Food Security” untuk menjelaskan tentang ketahanan pangan. Dengan definisi ini maka ketahanan pangan diposisikan sebagai tolok ukur terhadap kekuatan gangguan pangan di masa depan atau terhadap ketiadaan suplai pangan akibat berbagai faktor seperti kekeringan, instabilitas ekonomi, gangguan transportasi angkutannya hingga terjadinya konflik atau peperangan.

Secara umum kebijakan Presiden Soeharto sebagaimana tercermin dalam program pembangunan nasional dengan jelas mengupayakan stabilitas pangan, khususnya beras yang diindikasikan dengan kemampuan menjamin harga dasar dan harga tertinggi yang ditetapkan melalui pengadaan pangan nasional.

Selain itu, membangun pertanian nasional yang kuat menjadi keputusan politik yang dibuktikannya dengan menyediakan anggaran pembangunan bagi sektor pertanian dan irigasi selama bertahun-tahun dalam jumlah besar.

Puncaknya terjadi ketika Presiden Soeharto mengesahkan Undang-Undang RI No.7 tahun 1996 tentang Pangan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai titik sentral kebijakan pembangunan bangsa.(*)

Editor : Rakhmat

Sumber : Rilis SMSI

Winata

Gubernur Haramkan Pungli di Kepri

img-20161022-wa0001Sebagai Daerah Investasi, Gubernur Haramkan Pungli di Kepri

Tanjungpinang, Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan sejak lama, Provinsi Kepri sudah mengharamkan praktik-praktik yang menyimpang seperti pungutan liar. Sebagai daerah tujuan investasi, praktik pungli harus di berantas.

“Pungutan-pungutan tidak resmi ini harus sama-sama kita hilangkan,” kata Gubernur Kepri H Nurdin Basirun usai mengikuti Rapat Koordinasi dengan Gubernur seluruh Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/10).

Menurut Nurdin, walau nilainya kecil, hal itu bisa menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Karena itu, Gubernur mendukung kebijakan Presiden Jokowi dalam memberantas pungli.

Gubernur Nurdin mengatakan, Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa pungli ini bukan soal besar atau kecil. Tetapi pungli telah membuat masyarakat kita susah untuk mengurus sesuatu, atau misalnya di jalan dicegat, dimintai pungut di jalan.

“Ini persoalan yang harus kita selesaikan. Jadi bukan masalah urusan Rp10 ribu atau Rp20 ribuan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengajak para Gubernur seluruh Indonesia untuk membicarakan itu langkah-langkah konkrit di daerah dalam rangka pemberantasan pungutan liar.
“Tidak hanya urusan KTP, tidak hanya urusan sertifikat, tidak hanya urusan izin-izin, tidak hanya urusan yang ada di jalan raya, tidak hanya urusan yang berkaitan dengan di pelabuhan, di kantor, di instansi, bahkan di rumah sakit. Hal-hal apapun yang berkaitan dengan pungutan yang tidak resmi harus kita bersama-sama untuk mulai kurangi dan mulai hilangkan,” tegas Presiden Jokowi.

Gubernur Nurdin pun dalam beberapa kesempatan sudah mengingatkan pegawai ihwal masalah pungli ini. Baik saat apel maupun saat melakukan inspeksi mendadak. Ogen_Ficomtv.co.id

Winata

Gubernur Kepri Pantau Pelaksanaan Assessment

img-20161022-wa0000Gubernur Kepri pantau pelaksanaan Assessment Pejabat Eselon II, III dan IV

Tanjungpinang, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun secara langsung memantau pelaksanaan Assessment untuk Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV dilingkungan Provinsi Kepulauan Riau, Jum’at (21/10/2016) di Aula Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang

Acara yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Provinsi Kepulauan Riau tersebut direncanakan berlangsung selama 3 hari mulai jum’at sampai dengan Minggu. Untuk Eselon II berlangsung selama 3 hari (Jum’at-Minggu) dan untuk Eselon III selama 2 hari (Jum’at-Sabtu) Sebanyak 438 peserta yang ikut berpartisipasi dan terdapat 12 anggota Tim Assesor dari Jakarta yang akan melakukan penilaian.

Tampak Begitu tiba di ruang pelaksanaan, Gubernur mengelilingi meja yang telah ditempati oleh peserta assesment untuk melihat satu persatu. Selain itu, Gubernur juga sempat berdialog dengan tim assesor yang datang dari Jakarta untuk mengassessment para pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Dr. HTS Arif Fadillah yang secara resmi membuka kegiatan mengatakan, dengan diberlakukannya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), tuntutan terhadap peningkatan kualitas aparatur pemerintah akan semakin tinggi.

“Karena itu dibutuhkan berbagai kreasi dan inovasi yang handal dan mantap,” kata Arif

Assessment selain betujuan untuk memilih calon-calon pimpinan yang handal dan siap menghadapi tugas-tugas ke depan, juga digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, yang perlu diberikan kepada setiap pegawai agar lebih siap menghadapi tugas-tugas yang akan diberikan di kemudian hari.

Menurut Arif, Àssessment menjadi alat yang memiliki daya prediksi yang cukup valid untuk memastikan investasi organisasi di bidang pengembangan dan penempatan SDM. “Beberapa manfaat bagi pengembangan individu diantaranya dapat bekerja pada tempat yang sesuai dengan kompetensinya, mengoptimalkan potensi diri,” katanya.

Melalui Assesment ini, Arif berharap kedepan akan memberikan warna baru dalam kompetisi karir Birokrat Pemerintah, dan mempunyai keuntungan lebih dan manfaat positif dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi pemerintah.

Ke depannya, kata Arif, diharapkan pelaksaanaan assessment tidak hanya diperuntukkan dalam menentukan jabatan strategis pimpinan tinggi, akan tetapi bisa dijadikan sarana dalam menentukan proses seleksi pada Jabatan lainya dalam Organisasi Pemerintah. Ogen_Ficomtv.co.id

Winata

Penerimaan Anggota Polri harus Bersih

Penerimaan Anggota Polri harus Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH)

14712514_1058831707567447_8993256813220032231_o

Foto : Sejumlah Personil Kepolisian Wanita (Polwan) Polres Tanjungpinang menyebarkan brosur penerimaan anggota Polri di Jalan Pamedan Ahmad Yani. (ogen_Ficomtv.co.id)

Tanjungpinang, Penerimaan anggota Kepolisian Republik Indonesia khususnya di lingkungan kerja Polres Kota Tanjungpinang pada tahun 2016 sudah pun berlalu.

Dalam perekrutan anggota AKPOL, BINTARA, TAMTAMA serta Penyidik Pembantu tersebut, pihak kepolisian dalam hal ini mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah) , selain itu pada penerimaan Anggota Polri 2016 ini, polisi juga melibatkan LSM, Dinas Pendidikan serta Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) daerah, dalam penerimaan administrasi pendaftaran. 

LSM dilibatkan untuk melihat dan memonitor, prinsip pelaksanaan penerimaan, sedangkan Dinas Pendidikan untuk memonitor dan memverifikasi administrasi ijazah dan rapor. Sedangkan Disdukcapil melakukan verifikasi kelengkapan administrasi kependudukan khususnya alamat dan domisili yang minimal harus 2 tahun tinggal di Tanjungpinang.

“‎Dari hasil rekrutment yang memenuhi syarat awal administrasi dan performa, berat serta tinggi badan, selanjutnya, Panitia Bantuan Penerimaan (Panbandrim) Brigadir Polri 2016 akan menyerahkan seluruh berkas ke Polda Kepri, guna dilakukan seleksi lebih lanjut. Ogen-ficomtv.co.id

Winata

AKP Abdul Rahman “Tersangka bukan sebagai sopir pribadinya”

borgolrampokAKP Abdul Rahman : Tersangka Narkoba Jr tidak pernah berstatus sebagai sopir pribadinya
Tanjungpinang, Terkait penangkapan seorang tersangka narkoba berinisial Jr (31) oleh Satnarkoba Polres Tanjungpinang, yang sebelumnya dikabarkan merupakan mantan sopir kasat narkoba Polres Tanjungpinang AKP Abdul Rahman, ternyata tidak benar.
Hal ini dibantah langsung oleh AKP Abdul Rahman saat ditemui di kota Tanjungpinang beberapa waktu lalu, dikatakan perwira yang kini bertugas di Mapolda Kepri di Batam tersebut, selama menjabat sebagai Kasat Narkoba di Polres Tanjungpinang dirinya tidak pernah memakai sopir pribadi apalagi berkenalan secara langsung dengan tersangka Jr.
“kabar tersebut tidak benar, selama bertugas di polres tanjungpinang saya tidak pernah memakai jasa sopir pribadi,”ujarnya.
Belakangan beredar, Jr sendiri diketahui memang pernah berstatus sebagai sopir pribadi salah satu Kasat Narkoba di Polres Tanjungpinang. Namun tidak di era kepemimpinan AKP abdul Rahman.
“dia (red_Jr) dikabarkan memang pernah jadi sopir kasat narkoba di sini, tapi bukan pada zaman saya mungkin yang sebelum-sebelumnya,”tambah Rahman lagi.
Sebelumnya diketahui Jr (31) diamankan oleh anggota Satnarkoba Polres Tanjungpinang di kawasan bilangan Tanjungpinang Barat, dari yang bersangkutan polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 139,9 gram. Ogen-ficomtv.co.id
Winata

HUT KPC ke 8 Datangkan Fotografer Senior Indonesia

foto-2HUT KPC ke 8 datangkan Fotografer senior Indonesia
Tanjungpinang, Sempena Hari Ulang Tahun (HUT) ke 8 yang jatuh pada 11 Oktober mendatang, Kepri Photo Community (KPC) kembali menggelar Kemah Fotografi dan hunting bersama di Pondok Nabila, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (8/10). Kemah fotografi jilid 3 ini menghadirkan salah seorang pemateri asal Kepulauan Riau yang merupakan fotografer senior majalah Hai, Firdaus Fadlil.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Sabtu (8/10) hingga Minggu (9/10) siang yang diawali dengan agenda hunting bersama yang kolaborasi dengan sanggar tari Sanggam Tanjungpinang. Selanjutnya diisi dengan diskusi fotografi dan memotret bersama acara panggung budaya di Lapangan Pamedan, A Yani. Kemah fotografi jilid 3 tahun ini diikuti oleh puluhan fotografer asal provinsi Kepri.
Ketua KPC, Akhmad Kurniawan Prambudi mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama sehari semalam tersebut digelar sempena HUT KPC ke 8 tahun 2016. Kemah fotografi tersebut merupakan agenda rutin KPC dengan tujuan mempererat silaturahmi antar anggota KPC dan komunitas fotografi lainnya yang ada di Kepri.
“Kegiatan kemah fotografi sempena HUT KPC ke 8 merupakan kegiatan yang ketiga, dan disupport oleh Dewan Kesenian Provinsi Kepri,” ungkapnya.
Mazpram, sapaan akrab Akhmad Kurniawan Prambudi juga menjelaskan, selain kemah fotografi, KPC juga menggelar hunting bersama dengan komunitas fotografi lainnya yang ada di Kepri serta dukung oleh tiga penari dari sanggar tari Sanggam Tanjungpinang disalah satu lokasi yang sangat menarik yang ada di Pulau Dompak.
“Peserta lebih kurang 35 orang, dilanjutkan dengan motret panggung budaya di Pamedan,” ujarnya.
Dikatakan Mazpram, KPC kali ini mendatangkan narasumber yang cukup terkenal didunia fotogragi Indonesia dan juga anak asli daerah Kota Tanjungpinang yakni Firdaus Fadlil. “Kita didatangkan narasumber, yang kebetulan asli Kepri yang sukses di Jakarta, juga merupakan spesialis fotografer panggung, banyak pengalaman beliau memotret, dari artis papan atas Indonesia sampai artis kelas dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Firdaus Fadlil menuturkan, fotografer di Kepri sebenarnya tidak kalah jauh dengan fotografer yang ada di daerah lainnya. Sebab, di Kepri ini banyak bakat fotografer yang sudah mampu mempromosikan kemampuan dirinya melalui karya foto kepada masyarakat luas. Bahkan, tak sedikit pula sudah tembus ke dunia internasional.
“Fotografi ini sebenarnya, kita tak kalah dari fotografer luar, karena kemampuannya sama, lensa semuanya sama, karena yang bekerja kita sendiri,   hati kita sendiri, kita yang memencet sendiri. Kita bisa lihat di Kepri, dan kita punya Yuli Seperi, yang bisa menjual dirinya (Promosi),” ungkapnya.
Cara untuk melawan fotografer dari luar negeri, kata Firdaus, seorang fotografer harus memiliki banyak kesempatan untuk mempromosikan dirinya sendiri melalui media sosial, berani tampil, dan jangan pernah malu. Kepri, banyak fotografer yang bagus, dan bakal sukses jika serius dalam menerapkan ilmu fotografi tersebut di masyarakat.
“Nasehat saya cuman hanya masalah di latihan, latihan yang banyak, jangan cepat puas, pergunakan medsos untuk menjual diri kita, kita harus berani tampil, bersosialisasi, jangan menjadi seorang yang pemalu, saya bisa lihat, di sini, banyak yang bakal sukses, karena bisa dinilai dari pendekatan, pergaulan dan sebagainya, dan Kepri punya itu (Potensi),” pungkasnya. Ogen-ficomtv.co.id
Winata

WFQR-4 Gagalkan Penyeludupan Barang

jurong-4WFQR-4 Gagalkan Penyeludupan Barang di Transfer dari Kapal Besar ke Speed Boat

Tanjungpinang, Tim WFQR Western Fleet Quick Response-4 unit Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan Laut) Lantamal IV pada pukul 00.15 WIB kembali mengungkap upaya penyeludupan barang-barang bernilai ekonomis tinggi dari Negara tetangga Singapura serta mengamankan speed boat tanpa nama dan kapal LCT Toll Emperor berbendera Singapura di dermaga PSB (Port Sekupang Batam), pada posisi 01 09 34”LU – 103 54 29”BT (Minggu 16/10).

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI S.Irawan Peristiwa berawal saat Tim WFQR-4 Unit Jatanrasla sedang melaksanakan patrol rutin di perairan Batam, terlihat pergerakan speed boat yang mencurigakan dengan kelebihan muatan (over draft), sehingga dilaksanakan penghentian dan pemeriksaan speed boat tersebut dan berhasil diamankan.

Dari hasil pemeriksaan sementara adanya muatan 1 unit Kulkas dua pintu,7 buah mena laci warna putih dan hitam berbagai ukuran,1 buah lemari bufet kaca,2 buah sofa berwarna putih dan hitam,koper berisi berbagai macam kain,6 buah gardus berisi barang pecah belah.

Menurut keterangan dari jurumudi dan ABK Speed boat bahwa barang muatan yang dibawanya tersebut berasal dari sebuah kapal LCT Toll Emperor yang sandar di dermaga PSB (Port Sekupang Batam) dan pemilik barang adalah Warga Negara Singapura. 

Danlantamal IV menjelaskan bahwa telah mengetahui modus baru memasukkan barang-barang illegal diangkut dengan menggunakan kapal LCT Toll Emperor setelah itu ditransfer kekapal-kapal kecil menggunakan speed boat yang berkecepatan tinggi dan dilakukan pada malam hari untuk menghindari dari pantauan aparat.

“Kapal LCT Toll Emperor yang saat ini dalam pemeriksaan berbendera Singapura, tonase 835 GT, pemilik Toll Logistik Singapura, agen PT SKPI pelayaran Jodoh Batam,IMO 9355927, sedangkan Nahkoda Adrian Ersa, ABK 12 orang WNI”.

Selanjutnya tim WFQR-4 Unit Jatanrasla bergerak cepat naik keatas deck kapal LCT Toll Emperor dan ditemui atas nama Ely Anzunan Gultom sebagai chief officer LCT Toll Emperor  dan 3 orang ABK  berinisial “HB,Sn,Mi”., dari keterangan dari pihak Chief Oficer LCT Toll Emperor bahwa barang muatan tersebut yang dibawa speed boat tanpa nama tersebut memang milik WN Singapura atas nama “HM” yang menitipkan barang dari pelabuhan Jurong Singapura, tim WFQR juga masih terus menelusuri kemungkinan sudah ada barang-barang yang lolos jelas Mantan Komandan Komando Pasukan Katak Koarmabar.
Hasil pemeriksaan dokumen dan surat-surat terkait dengan speed boat, muatan dan kapal LCT Toll Emperor. Speed boat  tanpa memiliki surat-surat (Tanpa pas kecil dan Tanpa sertifikat keselamatan,tanpa izin olah gerak, nakhoda tanpa SKK/Surat Keterangan Kecakapan), muatan barang-barang dari Singapura tersebut tidak ada dalam daftar manifest muatan.

Sampai saat ini LCT Toll Emperor beserta Speed boat  diamankan oleh tim WFQR 4 untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh tim gabungan dengan pihak Bea Cukai Batam, selanjutnya LCT Toll Emperor akan diadakan pemeriksaan ruangan-ruangan kemungkinan membawa Narkoba jelas Laksma TNI Irawan.

Irawan juga menjelaskan tidak akan pernah kendor melaksanakan operasi diperairan Kepri, apa lagi disinyalir menjelang akhir tahun banyak kegiatan-kegiatan illegal dilakukan lewat laut kegiatan penyeludupan barang-barang berilai ekonomis tinggi maupun Narkoba terus kita laksanakan bekerja sama dengan Polda Kepri,Bea Cukai dan instansi lain yang mempunyai otoritas dilaut, untuk itu Danlantamal menghimbau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab agar menghentikan semua kegiatan illegal yang dapat merugikan perekonomian Bangsa Indonesia.
Ogen_ficomtv.co.id
Winata

Pengelola White Sand Island lepas 77 ekor anak penyu di Bintan

foto-boby-jayantoTanjungpinang, Sebanyak 77 ekor tukik (anak penyu) dilepas ke laut oleh pengelola pantai beralas pasir atau dikenal white sand island Bintan. Minggu (19/09).

Pelepasan ini dilakukan langsung oleh Boby Jayanto selaku owner White Sand Island, berikut Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam beserta perwakilan Dinas terkait.

Hadir juga perwakilan dari sejumlah hotel yang ada di Tanjungpinang dan Bintan, Wisatawan asing dan para tamu undangan lainnya.

Boby Jayanto mengatakan semoga kegiatan seperti ini akan dilakukan secara terus-menerus, guna menggaet wisatawan khususnya dari mancanegara untuk datang ke Bintan, terutama di white sand island.

“sebenarnya penyu-penyu tersebut sudah lama bersarang di sini, hanya saja kami baru mengetahuinya saat ini.”ungkapnya.

“biasanya kalau sudah dilepas, mereka pasti (red_penyu) kembali lagi kemari untuk bertelur.”tambah pria yang juga menjabat sebagi Ketua Kadin Tanjungpinang ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan ke depan Pemko Bintan dalam hal ini berencana akan menjadikan lokasi tersebut sebagai ikon penangkaran penyu dan salah satu kawasan wisata andalan.

“ke depan hal-hal seperti ini akan kita konsep lebih baik lagi, sehingga mampu mendatangkan turis-turis asing untuk datang kemari.”paparnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah wisatawan asing yang berkunjung ke white sand island pada hari itu, nampak begitu antusias menyaksikan pelepasan anak penyu tersebut. Ogen_Ficom tv co.id.

Winata

Lantamal IV gagalkan penyelundupan Kayu Ilegal di Lingga

17-09-2016-km-sim-harapan-1bTanjungpinang, Tim westrn Fleet Quick Response WFQR-4 Lantamal IV Kembali menggagalkan penyelundupan kayu ilegal oleh kapal KM. Sim Harapan-1 di Utara Pulau Selanga Lingga yang berusaha menyelundupkan kayu olahan sebanyak 15 ton berbagai jenis ( Sabtu 17/9).

KM. Sim Harapan-1 adalah jenis kapal kargo yang membawa berbagai jenis kayu antara lain kayu mentangur 2 ton, kayu terentang 3 ton, kayu asam 2 ton, kayu rengas 6 keping, kayu darah 2 ton, dan kayu campuran lebih dari 5 ton.

Pengangkutan kayu secara ilegal dibawa dari Daek Lingga ke Barelang Batam dan selanjutnya akan dibawa ke Singapura, kegiatan illegal seperti ini sudah lama tercium aparat WFQR Lantamal IV namun kali ini berhasil di tangkap.

Danlantamal IV Lasksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E. mengatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah kalah dengan sindikat- sindikat yang ada dan akan terus kita berantas segala bentuk kejahatan yang mereka lakukan yang pasti banyak pihak-pihak “penyelundup” yang merasa terganggu kepentinganya dilaut “ kita bekerja tidak lain dan tidak bukan menegakkan hukum dan mengamankan regulasi pemerintah”.

“ Kita terus mengintensifkan patrol wilayah selatan karena di sinyalir spot wilayah selatan khususnya perairan lingga banyak digunakan para pelaku-pelaku ilegal loging untuk mengirimkan kayu-kayu ke luar negeri dan saat ini kita terus menajamkan fungsi pos-pos TNI AL yang ada di seluruh wilayah kerja Lantamal IV untuk pemberantasan
kegiatan ilegal, “ jelas mantan Komandan Pasukan Katak Koarmabar ini ”.

Selanjutnya KM. Sim Harapan -1 kita kawal menuju Dermaga Lantamal IV Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut. Ogen,ficomtv.co.id.

Winata

Masyarakat harus lebih peduli kesehatan, jangan lagi menunggak iuran BPJS

foto-logo-bpjsTanjungpinang, Kantor BPJS Kesehatan cabang Tanjungpinang mencatat saat ini khususnya di Provinsi Kepri. Sebanyak 27.610 peserta BPJS Kesehatan menunggak pembayaran iuran bulanan. Jumlah tersebut terdiri dari 5 Kantor Perwakilan cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang di antaranya Kabupaten Lingga, Bintan, Natuna serta Anambas termasuk Kota Tanjungpinang sendiri.

Hal ini, disampaikan langsung oleh Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang Gunardi Chandra saat dijumpai dikantornya belum lama ini.
Dijelaskan Gunardi, meskipun pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas atau tempat untuk pembayaran iuran bulanan kepersertaan seperti Via Bank dan Kantor Pos. Namun pada kenyataannya belum memberikan dampak efektif akan kepatuhan masayarakat untuk melunasi kewajibannya tersebut.

“hasilnya, cukup banyak yang menunggak pembayaran iuran oleh peserta BPJS itu sendiri.” Ungkap Gunardi. “tunggakan tersebut rata-rata berasal dari peserta mandiri atau bukan penerima upah termasuk juga badan usaha.”Tambahnya.

Pada hal menurutnya, masyarakat sudah selayaknya lebih peka dan peduli akan jaminan kesehatan baik individu maupun keluarga, begitu juga badan usaha harus menjamin kesehatan karyawan-karyawannya, dan tentunya hal ini dibuktikan dengan rutin membayar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Negara.

“Karena pada intinya, iuran-iuran tersebut nantinya amat berguna, terutama ketika kita sedang sakit.”Timpalnya lagi

10.582 Peserta BPJS Kesehatan di non aktifkan

Akibat menunggak pembayaran iuran BPJS, pada awal Agustus 2016 kemarin, sekitar 10.582 peserta di non aktifkan. Pasalnya merujuk Perpres Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres No 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan.

“terhitung mulai 1 Agutus kemarin, bagi peserta yang mengalami keterlambatan melunasi iuran peserta BPJS Kesehatan selama 1 bulan saja, maka langsung di non aktifkan.”Imbuh Gunardi lagi.

“ini berlaku bagi seluruh peserta yang terdaftar pada BPJS Kesehatan, baik mandiri maupun badan usaha.” Tuturnya.

Untuk kembali aktif, para peserta maupun badan usaha bersangkutan harus melunasi terlebih dahulu tunggakan iuran yang sebelum-sebelumnya melalui Bank terdekat.

Menurut Gunardi. Sebagian masyarakat di sini beralasan menunggak iuran BPJS, karena malas berlama-lama untuk mengantri melakukan proses pembayarannya terutama melalui Bank.

Seperti yang diungkapkan oleh Muhardi, pria berumur 33 tahun asal Kabupaten Lingga ini mengaku dirinya sudah 2 bulan belakangan terakhir ini menunggak pembayaran iuran BPJS.

“malasnya ngantri lama-lama di Bank mas, waktu yang banyak terbuang di situ aja”.Ujar pria berprofesi tukan ojek ini.

Hal berbeda dikatakan oleh Suhaimi (28). dirinya mengatakan tak jarang terlambat membayar iuran BPJS akibat disibukkan dengan rutinitasnya sehari-sehari sebagi pedagang, sehingga membuatnya lupa untuk melunasinya.

Pembayaran iuran BPJS bisa melalui Kantor Pos

Namun, lebih jauh Gunardi menngatakan. Sejak 16 Desember 2015 pihak BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan Kantor Pos (MoU) dalam hal memberikan kemudahan pembayaran iuran kepada peserta BPJS Kesehatan.

“kita ketahui bersama, kantor pos sendiri sudah memiliki cabang yang sangat luas diseluruh wilayah Indonesia bahkan hingga pelosok perdesaan. Tentunya membantu masyarakat agar lebih mudah membayar iuran rutin bulannya.”Paparnya Syarat-syaratnya cukup mudah. Peserta hanya perlu membawa KTP beserta Kartu BPJS, selanjutnya petugas kantor pos akan meneybutkan iuran yang harus anda bayar. Jika anda kelas I iurannya sebesar Rp 80.000, kelas 2 Rp 51.000, dan kelas 3 Rp 25.500.

“Terakhir pihak kantor pos akan memproses pembayaran iuran anda melalui komputer yang telah terkoneksi dengan database BPJS Kesehatan.”Ujar pria akrab disapa Nardi tersebut.

Saatnya masyarakat tidak menanggap remeh BPJS Kesehatan

Sejak bertransformasi dari askes menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 kemarin. Tingkat kepercayaan masyarakat akan jaminan kesehatan yang diberikan oleh pihak BPJS sendiri semakin meningkat.

Khusus di provinsi kepri saat ini sudah terdapat sekitar 63 % masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dari total jumlah penduduk sebanyak 1,8 juta jiwa. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 yang berjumlah sekitar 40%.

Sebelumnya Nuryanto staf ahli di Kemnedagri yang juga mantan plt Gubernur Kepri beberapa waktu lalu menyatakan. Pada tahun 2016 ini BPJS menargetkan 1.022.000 juta warga Kepri mendaftar BPJS Kesehatan.

Sementara itu. Wan efi Yulisna Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Tanjungpinang mengatakan sudah saatnya masyarakat tidak lagi menyepelekan BPJS Kesehatan, sebagai jaminan sehat pada saat sakit.

“dengan membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu serta sesuai aturan yang berlaku, itu artinya kita bergotong-royong membantu sesama.”Ungkapnya.

Manfaat BPJS Kesehatan pula telah dirasakan oleh Ratno (48), pria yang melakoni pekerjaan sebagai Petugas Kebersihan Tanjungpinang ini mengaku, semenjak masuk BPJS Kesehatan sebagai peserta penerima bantuan iuran dari Pemerintah Kota Tanjungpinang ini mengaku tidak pernah mengeluarkan sepeser pun biaya, pada saat berobat ke RSUD Kota, akibat kecelakaan di jalan raya dan gejala malaria beberapa waktu lalu. 

“di samping gratis berobat, pelayanan dokter dan perwatnya-perawatnya juga sangat bagus”. Ucapnya sambil bergegas membersihkan sampah-sampah di salah satu ruas Jalanan Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Ogen Ficomtv.co.id.

Winata