• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Author Archive

Perlu Kebersamaan Menjaga Keutuhan NKRI

Perlu Kebersamaan Menjaga Keutuhan NKRI

Para Gubernur “Latihan Perang” di Natuna

Natuna,- Gubernur H Nurdin Basirun meyakinkan bahwa kebersamaan sangat diperlukan dalam menjaga negeri ini. Termasuk di dalamnya kebersamaan para gubernur yang selama dua hari ini berada di Natuna, Kepri sempena silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Panglima TNI.

“Kita negara yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke perlu kebersamaan untuk menjaga keutuhan negeri ini,” kata Nurdin di sela-sela latihan menembak dalam rangkaian aktivitas para gubernur di Natuna.

Sebanyak 23 Gubernur hadir pada kegiatan tersebut. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Maluku Said Assagef, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Sumut T Ery Nurradi, Gubernur Sultra Nur Alam, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Kaltim Awang Faruk, Gubernur Sumsel Alex Nurdin, Gubernur Kaltara Irianro Lambrie, Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Gubernur Sulut Olly Dondonkambey dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Nurdin berterima kasih kepada TNI karena membawa langsung para gubernur untuk melihat perbatasan negeri ini di kawasan utara. Natuna memang berbatasan langsung dengan Republik Rakyat China dan Laut China Selatan bersinggungan langsung dengan daerah ini.

“Harus ada dorongan dan perhatian khusus terhadap kawasan ini, baik untuk peningkatan kesejahteraan dan pertahanan,” kata Nurdin.

Para gubernur memang mengikuti serangkaian latihan “perang”, seperti menembak dan aktivitas TNI lainnya. Bahkan Jumat ini ikut menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bersama Presiden Joko Widodo di Tanjungdatok.

Sebelum ke Natuna, para Gubernur terlebih dahulu berkumpul di Jakarta. Kamis pagi, para Gubernur menjalani serangkaian kegiatan di Halim Perdana Kusuma.

Dari Halim, rombongan terbang ke Natuna untuk serangkaian kegiatan TNI. Di Natuna, para Gubernur tidak didampingi ajudan dan protokoler. Sekitar pukul 09.00 pesawat TNI AU bertolak dari Halim menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai. Pada pukul 10.50, pesawat mendarat di bandara.

Mendagri Tjahjo Kumolo ikut mendampingi para gubernur dalam penerbangan ini. Sebelum mendarat, dua pesawat tempur F-16 menjemput pesawat TNI AU yang membawa rombongan gubernur menuju Natuna. Beberapa menit sebelum mendarat di Pangkalan Udara Ranai, dua F-16 langsung take off dari Ranai melakukan penjemputan.

Setelah menjalankan serangkaian “latihan perang”, para gubernur menginap di KRI. Mereka menginap tanpa didampingi ajudan atau protokol. Mereka hanya membawa satu tas ransel yang sudah disediakan, lengkap dengan pakaian hingga Jumat (19/5) petang untuk kembali lagi ke Jakarta.

Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, kegiatan ini akan berefek kepada sesuatu yang sangat dalam bagi kepentingan dan tugas kenegaraan. Apapun aktivitas, semua muara tetap menjaga keutuhan negara.

“Menjaga keutuhan itu tidak boleh hanya di pikiran, tapi harus di hati dan di batin kita,” kata Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Aktivitas ini juga, kata Syahrul, juga meyakinkan para gubernur begitu pentingnya menjaga negeri ini. Idealisme kenegaraan harus terus dikonsolidasikan. Syahrul juga menyebutkan kebersamaan antara semua pihak sangat penting. Karena dengan kebersamaan, kompleksitas bangsa yang besar ini bisa dijaga.

“Para gubernur harus ada korsa untuk menghadapi tantangan terkini. Juga harus menjaga amanah yang diberikan, sekaligus menjaga rakyat dan melindungi rakyat,” kata Syahrul.

Para gubernur tampak akrab dalam menjalani serangkaian “latihan perang” itu. Tampak kebersamaan terbangun di antara mereka. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Nurdin Lapor ke Jokowi Kondisi “Kritis” Kepri

Nurdin Lapor ke Jokowi Kondisi “Kritis” Kepri

Tanjungpinang,- Presiden Joko Widodo segera mengambil langkah-langkah cepat terkait masalah Kepri. Akan ada keputusan cepat sehingga daerah ini semakin menarik minat investasi.

“Saya sudah lapor Pak Presiden, tentang kelesuan ekonomi Kepri. Akan ada langkah segera untuk memulihkannya,” kata Nurdin usai sholat Jumat berjamaah bersama Jokowi dan ribuan prajurit TNI yang terlibat Latihan PPRC di Tanjungdatuk Natuna, Jumat (19/5).

Usai sholat Jumat, Nurdin memang tampak berbincang dengan Jokowi. Kata Nurdin, di situ dirinya melaporkan banyak hal dan melakukan permintaan untuk mempercepat kembalinya ghairah ekonomi Kepri.

Untuk Batam, Rempang, Galang, Nurdin minta agar dipercepat diputuskan memjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK juga diminta agar segera diberlakukan di Bintan dan Karimun. Demikian juga dengan Natuna dan Anambas, dipercepat menjadi KEK Pariwisata.

“Jika sudah KEK, ekonomi Kepri akan tumbuh lebih cepat,” kata Nurdin.

Soal pertumbuhan Kepri yang hanya dua persen pada triwulan pertama, juga dilaporkan Nurdin. Termasuk beberapa perusahaan yang mulai “angkat kaki” dari Batam. Seperti disampaikan Jokowi, kata Gubernur, mereka buka tidak jadi berinvestasi, melainkan memindahkan investasinya ke lokasi yang lebih nyaman.

Pada kesempatan itu, Nurdin menyampaikan dia sangat setuju dengan konsep kecepatan yang disampaikan Presiden di depan ribuan prajurit. Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan, ke depan, secara detil bukan lagi yang banyak mengalahkan yang sedikit, yang kuat mengalahkan yang lemah. Tetapi, yang cepat mengalahkan yang lambat.

“Negara yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” kata Presiden. Konsep cepat ini kata Nurdin juga harus diterapkan oleh ASN di Kepri. Termasuk dalam melayani investasi. Juga melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus cepat dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan suka menunda-nunda,” kata Nurdin.

Terhadap masalah Kepri yang dilaporkan ke Jokowi, Nurdin yakin Presiden akan mengambil langkah cepat seperti yang dijanjikannya. Karena, makin lama keputusan diambil, akan berakibat pada pelambatan ekonomi di Kepri. Nurdin berharap dalam pekan depan, ada keputusan cepat untuk Kepri.

“Kita tahu yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Kita tak boleh berlambat-lambat menyelesaikan masalah Kepri ini,” kata Nurdin.

Sebelum menyampaikan hal itu pada sholat Jumat, saat menjemput di Bandara Raden Sadjat Nurdin juga menyampaikan beberapa hal untuk pengembangan Natuna. Apalagi ini adalah kunjungan kali ketiga Jokowi ke Natuna.

“Kita yakin Presiden akan memberikan fokus pengembangan pembangunan ke Natuna. Makanya kita minta KEK Pariwisata,” kata Nurdin. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

PWI Kepri Gelar UKW Ke-8 di Kota Tanjungpinang

PWI Kepri Gelar UKW ke-8 di Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG,- Bersempena dengan Hari Marwah Provinsi Kepri ke-15 dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepri bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Kepri ke-8 pada hari Senin-Selasa, 22-23 Mei 2017 mendatang.

Karena diantara sejarah perjuangan yang dikenang dalam Hari Marwah itu adalah menjadikan Tanjungpinang menjadi Ibukota Provinsi Kepri. Maka, UKW PWI Kepri ke-8 ini pun digelar di Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Kali ini, PWI Kepri juga menggandeng SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Provinsi Kepri.

“Salah satu marwah yang diperjuangkan itu adalah menjadikan Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepri. Maka, kita pun menggelar UKW PWI Kepri ke- ini di Tanjungpinang,” ujar Ketua PWI Kepri, Ramon Damora, Senin, 15 Mei 2017.

Jihad PWI yang sampai kapan pun harus selalu didengungkan adalah “Pers Sehat, Masyarakat Kuat”. Dan inti dari Hari Marwah adalah kita menegakkan integritas di jalan pengabdian masing-masing.

“Kami ingin pers Kepri sehat dulu secara profesionalisme. Kami percaya, hanya dengan menjadi sehat dan kuat pers Kepri dapat mengontrol pemerintah yang sewenang-wenang,” tegas Ramon Damora.

Melalui UKW ini, lanjut Ramon Damora, diharapkan para wartawan di Ibukota Provinsi Kepri dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi mereka.

“Kalau penguasa kita ambruk marwahnya, masyarakat yang dirugikan. Untuk itu, kami memohon restu masyarakat agar pers Kepri senantiasa diberikan kekuatan,” harap Ketua PWI Kepri itu.

Sementara itu, Ketua Panitia UKW PWI Kepri ke-8, Zakmi mengatakan, pada UKW kali ini, peserta yang akan mengikuti ujian sebanyak 49 orang. Mereka terdiri dari 21 orang calon peserta UKW tingkat Utama, 7 orang calon peserta UKW tingkat Madya dan 21 orang calon peserta UKW tingkat Muda.

“Calon peserta harus sudah mendaftar ke panitia, paling lambat Rabu, 17 Mei 2017 mendatang,” ujar Zakmi.

UKW ini terbuka bagi para wartawan media cetak atau online anggota PWI Kepri dan SMSI Kepri, baik yang belum pernah ikut UKW atau yang ingin naik tingkat kompetensi. Untuk konfirmasi pendaftarah hubungi : Zakmi 085264050123 dan Amril Agin 0812 6182354. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Gubernur Minta Masyarakat Menjaga Kerukunan Menjelang Puasa

Gubernur Minta Masyarakat Menjaga Kerukunan Menjelang Puasa

TANJUNG UBAN,- Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kepri agar menjaga kerukunan serta keamanan sepanjang bulan suci Ramadan. Hal ini disampaikan, Nurdin usai menghadiri Tablig Akbar di Pondok Pesantren Mambaus Solihin Jalan Raya Kampung Bugis, Tanjunguban, Bintan, kemarin

“Sepanjang bulan suci ramadan, hendaknya kita meningkatkan keimanan, ketakwaan. Hindari aktivitas negatif, jaga ketenangan,” ujarnya

Lebih lanjut, bupati dua periode tersebut menyampaikan agar, sepanjang bulan puasa aktivitas negatif seperti dunia malam harus tetap diawasi. Supaya tidak menganggu kekhusyukan umat muslim yang sedang beribadah.

“Kita harus ke depankan sikap toleransi yang tinggi,” imbaunya

Nurdin sendiri tidak menapik bahwa sepanjang bulan ramadan, masih ada aktivitas yang dapat menganggu ketentraman saat beribadah. Hanya saja, ia mengingatkan harus bisa menjaga dan saling menghormati.

Disatu sisi, masalah ketentrama yang menyangkut aktivitas jual beli. Nurdin menghimbau agar para pelaku usaha tidak memanfaatkan momen bulan suci ramadan ini sebagai ajang mencari keuntungan besar, sehingga merugikan kepentingan orang banyak.

“Saya sudah minta hal ini, menjadi perhatian kita bersama,” ucap Nurdin

Sebagai kepala daerah, dirinya bukan tidak mendukung tingkat ekonomi di Kepri maju dan tumbuh pesat. Hanya saja, katanya jika keuntungan itu di dapatkan dengan cara tidak benar, maka tidak salah diberikan sanksi tegas.

Disisi lain, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menambahkan sepanjang bulan suci ramadan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov menggunakan seragam baju kurung melayu.

Sedangkan terkait masalah disiplin jam masuk tetap seperti biasa, terutama finger print atau absensi elektronik masih diberlakukan seperti biasanya.

“Hanya untuk instansi yang sifatnya pelayanan kita minta ada penambahan jam,” ujarnya

Sebelumnya Kadisperindag Kepri Burhanuddin, menghimbau Pemerintah pusat telah membuat kesekatan dengan pemerintah daerah seluruh provinsi se Indonesia terkait masalah tiga komoditi penting yang harus menjadi perhatian pelaku usaha dan masyarakat.

“Menteri perdagangan sudah menyosialisasikan tentang tiga komiditi yang tidak boleh naik diatas harga yang sudah di minta. Dan himbauan ini sudah kami sampaikan, ke distributor dan pelaku usaha di Kepri,” tutupnya. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

2018 Kepri Bakal Punya Pasar Modern

2018 Kepri Bakal Punya Pasar Modern

Tanjungpinang,- Gubernur H Nurdin Basirun memastikan Provinsi Kepri mendapat proyek pembangunan pasar rakyat modern tahun 2018. Kepastian itu disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, kepada Gubernur, dalam pertemuan belum lama ini.

“Pasarnya dibangun di ibu kota provinsi, di Tanjungpinang,” kata Nurdin, di Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (10/5) pagi. Pemerintah pusat memang menargetkan pembangunan dan revitalisasi 5.000 pasar rakyat modern hingga tahun 2019.

Menurut Gubernur pasar rakyat modern nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana pendukung yang tidak kalah dengan pusat perbelanjaan modern. Dengan demikian, para pengunjung diharapkan semakin meningkat.

“Semakin banyak pengunjung dan pembeli, ekonomi rakyat semakin meningkat, silaturahmi juga semakin terjaga,” kata Nurdin.

Nurdin menyebutkan, pembangunan pasar rakyat modern itu untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan agar lebih maju.

“Ada pasar, ada konsumen, ada produsen, ada tiga mata rantai tu, saya yakin majulah daerah,” tegas Nurdin.

Salah satu sarana dan prasarana yang harus diperhatikan adalah masalah parkir. Semua kalangan bisa berbelanja di pasar rakyat modern dengan parkir yang luas. Baik mereka yang bermobil, dengan sepeda motor ataupun menggunakan angkutan umum.

“Pasarnya bersih. Walaupun ada jual ikan,” kata Nurdin.

Karena itu, Nurdin berpesan rancangan pasarnya harus benar-benar membuat nyaman pengunjung. Agar tidak kalah dengan pusat perbelanjaan modern yang juga sudah banyak menjual kebutuhan dapur sehari-hari.

Para pedagang pun dipesankan Nurdin untuk ikut bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar itu. Karena Nurdin tahu, pengunjung akan semakin banyak jika pasar bersih dan nyaman.

Gubernur dalam setiap kunjungannya ke daerah memang selalu singgah ke pasar tradisional. Bagi Gubernur, silaturahmi dapat dilakukan di mana pun. Di pasar, kadang-kadang, Gubernur mendapat banyak masukkan tentang harga-harga bahan makanan yang mulai meninggi, stabil atau pun sudah turun. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Menpan-RB Resmikan Pusat Tahfidz Al-Quran di Moro

Menpan-RB Resmikan Pusat Tahfidz Al-Quran di Moro

Karimun,- Menteri Pemberdayaan Aparatus Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI Asman Abnur meresmikan Pusat Tahfiz Al-quran di Desa Niur Permai, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kamis (11/5/2017).

Dalam pidatonya Asman Abnur mengatakan bahwa segala sesuatu tidak muncul tiba-tiba. Diawali dengan adanya angan-angan kemudian perencanaan, dilanjutkan dengan sebuah aksi, maka lahirlah sebuah karya.

“Saya sangat bangga dengan hadirnya rumah tahfiz quran ini. Hal ini tentu terwujud karena adanya sebuah angan-angan, sebuah mimpi. Dan yang lebih membanggakan, mimpi ini lahir dari seorang anak pulau Moro,” kata Asman.

Melihat kondisi ini, Asman pun berjanji akan menghadirkan seorang arsitek yang bisa mewujudkan mimpi anak pulau ini menjadi sangat besar. Pertama-tama, jika saat ini lahan rumah tahfiz hanya ada 2 hektar dari hasil wakaf warga setempat, maka Asman meminta agar Pemkab Karimun memikirkan lagi 3 hektar, sehingga genap 5 hektar.

“Bukan tidak mungkin untuk kita jadikan ini sebagai pusat kajian quran internasional. Makanya, beri waktu saya tiga bulan maka saya akan hadir lagi membawa gambar pengembangan rumah tahfiz ini. Kemudian kita berbagi tugas, mana yang ditangani Pemkab, mana yang Pemprov dan mana yang pusat,” ujar Asman.

Melihat dukungan penuh dari Bupati dan Gubernur, Asman juga berjanji akan mendukung penuh pengembangan rumah tahfiz quran ini.

Sementara itu Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun berharap dengan diiresmikannya rumah tahfiz quran di Moro ini, dan telah ada sebelumnya quran center di Batam, maka diharapkan ada kemajuan atau peningkatan prestasi dalam pengembangan alquran di Kepri.

“Ini adalah langkah awal yang baik dan harus dibina dan dikembangkan. Harus ada prestasi lebih yang di raih setelah rumah tahfis ini ada tentunya. Pemerintah sangat mendorong dan mengapresiasi ini,” kata Gubernur.

Gubernur mengajak mengarah pada pembangunan yg terfokus. Maka Gubernur berharap Dusun Niur nantinya bisa mnjenjadi pusat pengembangan quran di Kepri. Atau bahkan tidak hanya untuk anak Kepri, tapi siapapun dan darimanapun bisa belajar ke Moro.

“Pada intinya tidak ada yang mustahil.

Yang terpenting kita jaga silaturahmi, dan selalu mengawali hari dengan shalat subuh berjamaah,”kata Gubernur.

Direktur Quran Center H. Mahadi Rahman selaku pihak yang menghibahkan lahan 2 hektar untuk pembangunan rumah tahfiz Kepri ini mengatakan bahwa hal ini tentunya akan menjadi sebuah kebanggaan bagi warga setempat dan Kepri secara umum. Karena hal ini bagian dari upayanya bersama-sama tim untuk mewujudkan generasi Kepri yang berakhlak mulia.

Rumah tahfiz quran Kepri ini juga digagas oleh Mahadi Rahman. Setelah sebelumnya dia telah membuktikan bahwa quran center yang dia rintis berhasil melahirkan qari dan qariah yang mampu bersaing ditingkat nasional bahkan internasional. Bahkan berhasil mengantarkan Kepulauan Riau sebagai juara umum MTQ Nasional pada tahun 2014 di Kota Batam.

“Alhamdulillah dukungan mengalir begirutu baik untuk pembangunan rumah tahfiz ini. Dari bapak Gubernur, sekda, bupati dan semuanya. Kita ingin akan lahir kader-kader penghafal alquran dari sini nantinya. Anak-anak Kepri juga menjadi mudah untuk belajar mendalami alquran tentunya,” kata Mahadi.

Sedangkan Said Agil Husein Almunawar, mantan Menteri Agama RI yang sekarang menjabat ketua LPTQ pusat dan sebagai pembina quran centre dan rumah tahfiz, dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras Mahadi dan timnya. Ditambah lagi dukungan penuh dari pimpinan daerah yang tidak hanya sekedar di bibir, tapi dibuktikan dengan aksi nyata.

“Terus terang dari seluruh Provinsi yang saya kunjungi tidak ada Gubernur yang seperti Pak Sani dan Pak Nurdin. Yang lain ngomong aja di panggung, tapi tidak jalan. Tapi pak Sani dan Pak Nurdin langsung beraksi. MTQ 2014 di Batam adalah buktinya, dimana Kepri juara umum, dan rata-rata qari dan qariah serta hafiz dan hafizahnya anak-anak pulau. Dan dengan ini saya sangat yakin jika anak pulau ini cerdas-cerdas, karena banyak makan ikan,” ujar Said Agil.

Said Agil juga meyakinkan Gubernur, Bupati dan seluruh pejabat yang hadir bahwa tidak akan sia-sia kegiatan yang memuliakan Alquran Karena Allah akan membalas dengan ganjaran yang berlipat-lipat jumlahnya. Ogen-Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Karimun-Bintan Tempat Masuknya Narkoba Terbesar di Kepri

Karimun-Bintan Tempat Masuknya Narkoba Terbesar di Kepri

Tanjungpinang,- Provinsi Kepri masih menjadi tempat transit favorit masuknya narkoba luar negeri ke Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri menyebutkan bahwa Karimun menempati urutan pertama pintu masuk narkoba.

“Dari hasil pemetaan kami, Karimun jadi pintu masuk terbesar masuknya narkoba ke Kepri. Mungkin, karena Karimun dekat dengan Johor,” kata Kepala BNN Kepri Nixson Manurung saat bersilahturahmi dengan ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, di Graha Kepri, Jumat (12/5). Narkoba itu, sambungnya, masuk melalui pelabuhan-pelabuhan laut kecil yang tersebar disepanjang Karimun.

Urutan selanjutnya Bintan. Dengan posisi yang terbuka dan memiliki pantai yang luas, para bandar kerap memanfaatkan pantai-pantai itu memasukkan barang-barang haram itum “Di Bintan, narkoba itu masuk lewat berakit. Informasi ini sudah kita teruskan ke Polda,” kata Nixson lagi.

Lantas bagaimana dengan Batam? Menurut pria yang baru bertugas enam bulan di Kepri ini, para bandar tidak menjadikan Batam tempat favorit. Alasannya sederhana saja. Ketatnya pengawasan dari aparat dan maraknya razia menjadikan Batam relatif sulit. “Kalau untuk jumlah besar, Batam agak susah,” kata Nixsonm

Maraknya narkoba di Kepri sebenarnya disadari betul pihak BNN Kepri. Namun, keterbatasan personil dan anggaran membuat badan pimpinan Budi Waseso ini dituntut ekstra keras lagi.

Bayangkan. Untuk mengawasi wilayah seluas Kepri ini, bidang pemberantasan BNN Kepri hanya memiliki sembilan personil saja. “Karena kurang personil, kita gandeng Polda Kepri untuk ikut membantu proses pemberantasan ini,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Jumaga Nadeak salut dengan terobosan yang dilakukan BNN Kepri. Ia juga berjanji untuk berdiri dibaris terdepan membantu BNN Kepri memberantas narkoba.

“Saya, bersama kawan-kawan lain akan mencoba mendorong alokasi anggaran untuk BNN. Pelan-pelanlah kita bantu,” janji Jumaga.

Selain membantu anggaran, Jumaga juga mempersilahkan agar BNN masuk lebih dalam ke instansi-instansi pemerintahan, tempat hiburan, hingga lokasi-lokasi yang diduga jadi sarangnya narkoba. Dengan demikian, para pengguna dan bandar akan berpikir dua kali.

“BNN harus berani. Tongkrongi tempat hiburan itu. Trus, bikin tes urin mendadak di instansi pemerinahan. Kita pasti dukung,” katanya menyemangati.

Tak hanya itu, Jumaga juga meminta sosialisasi bahaya Narkoba mulai terus didengungkan dari lingkungan keluarga. Sebab, benteng pertama mencegah lahirnya pengguna narkoba baru, adalah keluarga.
Silahturahmi ini juga dihadiri kepala BNN Kota Tanjungpinang AH Panggabean dan Kepala BNN Kota Batam Darsono. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Pekan Depan DPRD Kepri Bentuk Pansus dan Panlih Wagub

Pekan Depan DPRD Kepri akan Bentuk Pansus dan Panlih Wagub

Tanjungpinang,- Pekan Depan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubenur. Hal tersebut, sesuai dengan hasil rekomendasi DPRD Kepri ke Mendagri tentang kepastian mekanisme pemilihan wagub, beberapa waktu lalu.

“Minggu depan lah. Kami Banmus dulu. Lalu, saya minta masing-masing Fraksi mengutus perwakilannya,” singkat Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, usai Rapat Paripurna Istimewa di Kantor DPRD, Dompak, Senin (8/5/2017) kemarin.

Dikatakan Jumaga, merujuk hasil rekomendasi dan saran Direktur Fasilitas Kepala Daerah dan DPRD Kemendagri agar DPRD segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyiapkan perangkat pemilihan seperti tata tertib (tatib) dan panitia pemilihan (panlih).

Sedangkan mengenai persyaratan dan rekomendasi masing-masing Parpol Pengusung ā€ˇterhadap dua nama Calon Wakil Gubernur yang diajukan Gubernur, Jumaga mengatakan, pihaknya akan mengacu pada aturan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan diputuskan di tingkat Pansus Pemilihan Wakil Gubernur Kepri.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengungkapkan, akan menunggu arahan dari DPRD Kepri sesuai dengan petunjuk yang diberikan Mendagri. Diakuinya, langkah DPRD melakukan konsultasi ke Mendagri sangat bagus, hingga menghasilkan petunjuk yang pasti dalam prosedur Pemilihan Wagub.

“Saya nunggu saja apa yang diarahkan. Kan ada aturan ketentuan dan perintah. Perintah Undang – undang jelas,” ucap Nurdin.

Disinggung kedua nama Cawagub, Isdianto – Agus Wibowo yang belum melengkapi dokumen persyatan, Nurdin enggan berkomentar.

“Ini terus terang aja, biar Pansus yang akan menentukan,” tukasnya. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Semangat Gotong Royong Masyarakat Harus dihidupkan Kembali

Semangat Gotong Royong Masyarakat Harus dihidupkan Kembali

Karimun,- Gubernur H Nurdin Basirun mengajak masyarakat untuk menyemarakkan kembali kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing. Gotong royong merupakan budaya Indonesia yang semangatnya harus semakin menggelora.

“Masyarakat Kepri harus hidup bahu membahu, bergotong royong, selalu dalam kebersamaan dan kekeluargaan,” kata Gubernur, di Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Selasa (9/5).

Gubernur hadir bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri, sempena Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Mayarakat (BBGRM) 14, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 45, Geranakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) disejalankan dengan TNI Manunggal KB KBS serta Kampung KB se-Provinsi Kepri tahun 2017 di Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara.

Kegiatan ini berlangsung selama sebulan dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran masyarakat berdasarkan kebersamaan menuju penguatan integritas sosial dalam pengentasan kemiskinan. Bidang kegiatan itu antara lain ekonomi kemasyarakatan, sosial budaya dan agama, pelayanan kesehatan, gotong royong dan pembangunan RTLH.

Tampak hadir pada kesempatan itu Sekdaprov Kepri yang juga Ketua Pelaksana H TS Arif Fadillah, Wakil Bupati Karimun Anuar Hasyim, Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Totor Wendi Hartanto, Ketua Dekranasda Kepri Ibu Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kepri Risma Rini Arif Fadillah, tokoh masyarakat dan masyarakat yang hadir pada pencanangan itu.

Gubernur Nurdin mengajak dalam kegiatan bersih membersih, sebagai daerah kepulauan, laut Kepri harus terjaga kebersihannya. Laut merupakan tempat kehidupan sosial kemasyarakatan. Juga untuk pertahanan dan keamanan.

“Dengan pencanangan ini di pulau-pulau, mari bersama kita jaga kebersihan laut. Jangan buang sampah di laut,” kata Nurdin.

Dalam pada itu, Pangdam Mayjen Cucu Sumantri mengatakan, kegiatan ini merupakan program yang bertujuan memelihara kesinambungan dan kebersamaan sebagai basis ketahanan nasional. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Kesejahteraan masyarakat merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan,” kata Pangdam.

Menurut Pangdam, TNI juga punya komitmen kuat untuk menyehatkan masyarakat. Pencanangan KB dan Kampung KB harus serius dilakukan dalam menunjang semua itu. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official

Nurdin-Jumaga Terima Brevet Penyelam

Nurdin-Jumaga Terima Brevet Penyelam

Tanjungpinang,- Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mendapat brevet kehormatan penyelam dari Batalyon Marinir 10/Satria Bumi Yudha. Penyematan brevet ini disejalankan dengan penutupan pendidikan dasar resimen mahasiswa Mahabahari Provinsi Kepri di markas Yonmar 10, Pulau Setokok, Senin (8/5).

Mendapat brevet, Nurdin dan Jumaga tentunya gembira. Ia juga berharap TNI dapat ikut menjaga kesatuan Indonesia. “Terimakasih atas penghargaan ini. Kepada Marinir, mari terus kita jaga NKRI ini,” kata Jumaga.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun dalam pesannya saat menutup pendidikan dasar meminta agar mahasiswa dapat menerapkan ilmunya di masyarakat. “Budaya bahari adalah budaya disiplin. Jika diterapkan akan dapat dinikmati dan memberi manfaat bagi pembangunan,” kata Nurdin.

Atas dasar itulah, Ia bersama DPRD mendukung kegiatan pendidikan ini tetap berkelanjutan. “Terimakasih kepada Ketua DPRD dan anggotanya karena telah menganggarkan pendidikan ini,” ucapnya.

Pemprov Kepri, sambungnya akan terus mengadakan kegiatan sejenis. Pada 17 Mei mendatang melepas 300 mahasiswa bahari mengelilingi pulau-pulau terluar. Nantinya, mahasiswa ini akan diajarkan pengenalan bahari Indonesia.

Pendidikan dasar resimen mahasiswa ini sendiri dimulai sejak 22 April lalu. Adapun mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 76 orang yang berasal dari sembilan perwakilan perguruan tinggi se-Kepri.

Para pelatih untuk diklat ini sebanyak 12 orang yang terdiri dari tiga perwira, enam bintara dan sisanya tamtama. Para senior Menwa juga dilibatkan sebagai pendidik dalam diklat dasar tersebut.

Adapun materi pendidikan meliputi pengenalan matra darat dan laut, pengetahuan tempur dasar, pengenalan bela negara. Para peserta juga diberi pengetahuan senjata dasar, menembak, upacara dan tata cara jam militer. Ogen Ficomtv.co.id

FicomTV Official