• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Category ArchiveBerita Ekonomi

LPG Untuk Keluarga

Rendy (14). Siswa kelas 2 SMP yang tinggal di Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, menggunakan perahu untuk membeli Gas LPG 3 Kg di Kota Tanjungpinang bagi keluarga, sesekali tetangganya juga ikut memesan agar dibeli olehnya. Jalur laut menjadi jalan alternatif yang dipilh Rendy karena hemat waktu dan biaya, dibanding berkendara lewat darat dengan durasi 45-50 menit. (Foto/ Ogen Ficomtv.co.id)

Listrik Sumber Cahaya Bagi Ibu Lansia

Penerangan lampu listrik menjadi sumber cahaya bagi Ibu lansia yang bekerja mengupas kulit daging rajungan hasil tangkapan nelayan di Kampung bugis, Tanjungpinang, Kepri. Daging yang dikupas kemudian direbus, lalu dipacking dan diedarkan ke sejumlah daerah. (Foto/ Ogen ficomtv.co.id)

LPG Topang Sektor UMKM

UMKM Pengolahan Daging Rajungan di Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri menggunakan Gas LPG 3 Kg, untuk merebus daging rajungan hasil tangkapan nelayan setempat. (Foto/ Ogen Ficomtv.co.id)

Gas LPG 3 Kg menjadi salahsatu kebutuhan utama bagi warga Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Saat stok LPG di warung tempat mereka tinggal tengah kosong, maka warga harus membelinya di Kota Tanjungpinang. Ada dua alternatif jalur yang bisa ditempuh untuk sampai ke tempat tujuan. Jalur darat sekitar 45-50 menit menggunakan kendaraan bermotor, sementara jalur laut sekitar 10-15 menit menggunakan perahu atau pompong. Biasanya, untuk menghemat waktu masyarakat setempat melintasi jalur laut. (Foto/Ogen Ficomtv.co.id).

LPG Kebutuhan Utama Warga Kampung Bugis

Gas Itu Penting

Gas LPG Itu Penting. Kini gas LPG 3 Kg menjadi salah satu kebutuhan utama bagi warga Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Saat stok LPG di warung tempat mereka tinggal tengah kosong, maka warga harus membelinya di Kota Tanjungpinang. Ada dua alternatif jalur yang bisa ditempuh untuk sampai ke tempat tujuan. Jalur darat sekitar 45-50 menit menggunakan kendaraan bermotor, sementara jalur laut sekitar 10-15 menit menggunakan perahu atau pompong. Biasanya, untuk menghemat waktu masyarakat setempat melintasi jalur laut.(Foto/Ogen Ficomtv.co.id).

DPRD Kepri Sahkan Perda Pajak dan Retribusi Baru

DPRD Kepri Sahkan Perda Pajak dan Retribusi Baru

*Bidik Pajak Air dan Progresif Kendaraan Demi Meningkatkan PAD*

Tanjungpinang,- Salah satu instrumen pemasukan daerah adalah pajak. Atas dasar itulah, DPRD Kepri terus berpikir keras menggenjot penerimaan pajak dari sumber-sumber baru. Untuk merealisasikannya, DPRD dan Pemprov Kepri merevisi Perda no 1 tentang retribusi daerah dan perda no 8 tahun 2011 tentang pajak daerah.

Wakil Ketua Pansus Surya Makmur Nasution saat membacakan pandangan akhir Pansus mengatakan bahwa ada beberapa sumber pendapatan baru yang menjadi sorotan pansus. Yang pertama adalah pajak air permukaan dan pemanfaatan ruang laut.

Jika selama ini, pajak air permukaan dipungut oleh BP Batam, maka dalam perda ini, pajak air permukaan akan dipungut seluruhnya oleh Pemprov Kepri. “Khusus air permukaan, bahwa selama ini BP Kawasan memungut Rp170 rupiah, perkubiknya. Dari jumlah itu, BP Batam mendapat alokasi Rp150, dan Pemprov Kepri hanya menerima Rp20. Berdasarkan UU 28 tahun 2009, pajak air permukaan dipungut Pemprov,” kata Surya Makmur saat membacakan pandangan akhir pansus dalam rapat paripurna di Gedung DPRD, Senin (29/5).

Dengan demikian, sambungnya, seluruh pajak permukaan air dipungut oleh Pemprov. Surya juga menampik bahwa perubahan pungutan ini, menaikkan tarif air yang diterapkan ATB. “Perlu ditegaskan bahwa dengan ditetapkannya perda ini, tidak menaikkan tarif. Karena yang berubah hanyalah penerima pungutan saja,” kata politisi Demokrat ini.

Selanjutnya, mengenai pajak progresif kendaraan bermotor. Dalam paripurna ini, Surya mengatakan bahwa pajak progresif dikenakan kepada pemilik kendaraan atas nama yang sama dan dibuktikan dengan nomor induk kependudukan.

“Saya ingin meluruskan komentar rekan kami dimedia tentang pajak progresif. Jadi tidak benar pajak progresif diberikan berdasarkan alamat. Pajak progresif kita kenakan kepada pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu buah atas namanya sendiri,” kata Surya.

Selain membahas dua hal ini, perda ini juga memuat tentang pemasukan daerah di sektor pemanfaatan kelautan. Ogen Ficomtv.co.id

MINYAK DUNIA TURUN, MIGAS NATUNA BATAL DIPRODUKSI

IMG_2887AKIBAT MINYAK DUNIA TURUN, 2 BLOK MIGAS NATUNA BATAL DIPRODUKSI 2017

TANJUNGPINANG-, Kepala bidang migas dinas pertambangan dan energi provinsi kepri menyebut,2 blok migas yang berada diwilayah natuna batal diproduksi pada tahun 2017 ini.

pasalnya pihak operator santos northwest natuna dan Pt mandiri panca usaha,merasa rugi apabila diproduksi dalam kondisi minyak dunia sedang turun.

Hal ini disampaikan marzuki, kepada ficom tv saat ditemui dikantornya komplek kantor gubernur dompak pada senin 25/7.

Menurut mantan pegawai kementerian energi dan sumber daya mineral marzuki mengatakan, akibat anjloknya harga minyak dunia pihak operator santos northwest natuna dan Pt mandiri panca usaha, terpaksa menjadwalkan ulang untuk memproduksi minyak dan gas dinatuna yang bernama northwes natuna dan sembilang tersebut.

Saat ini, status dua operator itu perusahaan tersebut masih ekplorasi. meskipun izin sudah keluar dan infrakstur produksi sudah selesai dikerjakan.

Selain dua blok migas natuna yang ditargetkan, 2018 akan diproduksi. Masih tersisa 13 blok migas dalam kondisi ekplorasi yakni blok n.e. natuna,blok anamb as,blok duyung,blok tuna,blok pari,blok baronang,blok cakalang,blok kerapu,blok north sokang,blok sokang,blok south sokang,blok gurita, dan blok east sokang. (Arpandi-FicomTV)

Harga Ikan Tongkol Turun 5.000 Rupiah

pasar_ikan_tanjungpinang(1)Harga Ikan Tongkol Turun 5.000 Rupiah
TANJUNGPINANG-, Harga ikan dipasar lama Kota Tanjungpinang Senin 25/7 tadi pagi, mengalami penurunan sebesar 5.000-‘ Rupiah. Sebelumnya harga ikan pada pekan lalu mengalami kenaikan sebesar 10.000,- Rupiah, dikarenakan cuaca buruk, sehingga sulitnya nelayan untuk melaut mencari ikan. Harga ikan tongkol saat ini dijual 15.000,- Rupiah yang sebelumnya dijual 20.000,- hingga 25.000,- Rupiah.
Menurut penjual ikan mulyadi mengatakan, turunnya harga ikan ini, karena nelayan sudah mulai melaut untuk mencari ikan, sehingga pasokan ikan dipasar mencukupi. Sedangkan ikan lainnya, masih stabil.untuk ikan kembung dijual 25.000,-rupiah perkilonya, ikan selar 35.000,-, ikan belanak 25.000,- , ikan kakap 35.000,- , ikan kaci 25.000,-,  ikan merah 25.000,- dan ikan tamban 12.000,- perkilonya.
(Arpandi-FicomTV)

Optimalisasi Pembangunan Kesehatan Dalam Menyambut MEA

Mentri Kesehatan RI hadiri RakerkesdaOptimalisasi Pembangunan Kesehatan Dalam Menyambut MEA

TANJUNGPINANG(FicomTV) – Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana menegaskan Indonesia khususnya Kepulauan Riau harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Salah satu caranya dengan membangun sektor kesehatan yang terus maksimal dan berkualitas. Hal ini disampaikan pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Kepri, Minggu 11 Oktober di Batam.

“Pembangunan bidang kesehatan di 2016 harus disusun secara cermat sebagai fondasi untuk menaruh arah kebijakan kesehatan yang tepat,” kata Agung.

Dilanjutkannya, sehingga sesuai dengan rencana pembangunan kesehatan jangka menengah Provinsi Kepulauan Riau dalam menyongsong menghadapi MEA. Oleh karena itu, harus mengoptimalisasikan pembangunan kesehatan yang ada di Kepri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kepri  Tjetjep Yudiana berharap pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah ini bisa menjawab kompleksnya permasalahan kesehatan yang terus mengikuti perkembangan zaman.

Hal sama juga disampaikan Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek, tantangan pembangunan kesehatan yaitu bagaimana mengangkat derajat rakyat yang setinggi-tingginya. Seperti mengurangi angka kematian dan kesakitan di Indonesia. Begitu juga untuk di Kepulauan Riau, daerah ini merupakan pintu gerbang terdekat dari negara tetangga  khususnya di kawasan Asean.

“Jadi sebagai pintu gerbang, masalah kesehatan dan penyakit yang dapat masuk, perlu dicermati dengan tepat,” ujarnya.

Dalam rapat kerja kesehatan daerah ini, di ikuti 128 peserta dari perwakilan dari Kabupaten Kota dan pelaku kesehatan yang ada di Kepulauan Riau. Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Skm.M.kes, Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Naharuddin, Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan sekaligus Pembina Wilayah Kesehatan Kepulauan Riau Kementrian Kesehatan RI, Maura Linda Sitanggang, serta perwakilan jajaran kesehatan di tingkat Provinsi Kepulauan Riau.RANDITA_CANDRA FicomTV