• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Category ArchiveBerita Kriminal

Polisi Tetapkan Nasrun Pelaku Pembunuhan Supartini

Polisi Tetapkan Nasrun Pelaku Pembunuhan Supartini

Tanjungpinang- Setelah melakukan pra rekonstruksi Rabu (18/7) kemarin, polisi akhirnya menetapkan Ns alias Nasrun sebagai tersangka pelaku pembunuhan Supartini yang ditemukan sudah tidak bernyawa di bawah Jembatan 3 Dompak , Minggu (15/7) kemarin.

Menurut keterangan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, motif pembunuhan Supartini alias Tini, karena tersangka Nasrun takut terbongkar hubungannya dengan Supartini telah menghasilkan anak. Pasalnya saat dibunuh korban sedang hamil dua bulan. Hal ini lah yang membuat tersangka merencanakan untuk menghabisi tini.

Lalu pada Jumat malam, tersangka dan korban bertemu di restoran  VIP Jalan Bakar Batu. Disana mulailah terjadi pertengkaran kecil. Kemudian keduanya pergi ke kebun milik mertua Nasrun di Jalan Ganet  tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

Ditempat inilah Supartini dihabisi dengan menggunakan sebilah kayu yang dipukulkan di bagian leher belakang korban ketika sudah keluar dari mobil Toyoya Rush warna Silver dengan nopol BP 1390 TQ. Setelah terjatuh, kemudian korban di seret menjauhi mobil.

Saat itu, Tini terlihat masih bergerak. Tanpa pikir panjang lagi, pelaku kembali memukul wajah korban hingga dinyakini telah tewas. Barulah Nasrun mencari tali dan mengikat kaki, tangan dan tubuh koban. Setelah ini setengah bagian tubuh Tini di masukkan ke dalam karung bekas pupuk ayam.

Lalu mayat korban dimasukkan kedalam mobil bagian belakang dan dibawa oleh tersangka ke Senggarang. Rencannya mayat tersebut akan di buang di Jembatan Sei Ladi Senggarang. Namun niatnya diurungkan. Nasrun pun kembali keliling mencari tempat. Akhirnya, tersangka memutuskan untuk membuang jenazah Tini di jembatan 3 Dompak Sungai Wacopek pada Jumat malam (13/7) kemarin.

Akibat perbuatannya, tersangka Nasrun DJ di jerat pasal 340 dan atau 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sudibdiyo ficom tv

Pernyataan Sikap SMSI Kepri atas insiden Kekerasan atas Wartawan

Pernyataan Sikap SMSI Kepri atas insiden Kekerasan atas Wartawan

Tanjungpinang– Tindakan kekerasan yang telah dilakukan sekelompok massa yang dialami jurnalis Radar Papua di Manokwari, Selasa (5/6) kemarin saat peliputan diareal SPBU Sanggeng, Kabupaten Manokwari sangat disayangkan dan memprihatinkan. Tindakan tersebut tidak menyunjung kemerdekaan pers dan tidak sesuai dengan prinsip prinsip penyelesaian sengketa pers yang bermartabat dan demokratis. Tindakan tersebut juga kurang kondusif bagi upaya untuk bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk di awal tahun politik riskan terhadap konflik dan perpecahan.

Dalam rangka menegakkan martabat pers nasional, serta untuk menciptakan suasana politik yang kondusif, SMSI KEPRI menyampaikan sikap sebagai berikut:
1. Meminta kepada siapapun, agar dalam menyampaikan keberatan bisa dilakukan dengan bijak apa lagi pers senantiasa menggunakan cara cara demokratis-prosedural sebagaimana telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999. Selain itu wartawan juga bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik. Pekerja Pers memang bisa saja membuat kesalahan. Wartawan juga manusia yang tidak luput dari kelemahan dalam menjalankan profesinya. Kinerja pers dapat dipersoalkan secara etis maupun hukum dengan menggunakan UU Pers.
2. Smsi kepri menyarankan agar Kita sebagai warga negara Indonesia menjunjung tinggi semua aturan yang berlaku termasuk memahami fungsi dan tugas pers yang dilindungi UU pers dan jika ditemukan kesalahan masalahnya dibawa ke Dewan Pers.
3. SMSI kepri berharap agar Dewan Pers dapat menangani masalah ini sesegera mungkin sehingga memberi rasa keadilan kepada semua pihak terkait dan memberi pencerahan kepada masyarakat bertolak dari kasus tersebut.
4. SMSI Kepri menyarankan agar Pimpinan media tempat wartawan bekerja
mengadukan masalah yang dihadapinya kepada Dewan Pers dengan harapan akan mendapatkan penyelesaian yang sesuai dengan jiwa dan semangat UU Pers No. 40 tahun 1999.

Dalam kasus ini, menurut Ketua Smsi Kepri Ramon Damora yang didampingi Sekretaris Smsi Kepri Zakmi menyebutkan ada beberapa hal yang bisa di cermati. Diantaranya telah terjadi upaya Menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap para jurnalis, yang tengah menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran undang-undang, dan pelaku bisa dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Karena itu kami berharap Dan meminta aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari serius dan bersikap tegas, menindak siapapun baik masyarakat sipil maupun non-sipil, yang telah mengancam dan melakukan tindak kekerasan kepada para jurnalis,” terang Ramon.

Sehingga peran aparat keamanan dalam hal ini kepolisian menjamin dan melindungi para jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya. Jurnalis dan media wajib menjaga independensinya, menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai Kode Etik.

 

Harga Daging Ayam Di Kijang Naik Rp 4.000

Harga Daging Ayam Di Kijang Naik Rp 4.000

TANJUNGPINANG,- Memasuki Ramadhan kedua, harga daging ayam potong di Pasar Barek Motor Kijang Kabupaten Bintan ternyata sudah mulai merangkak  naik. Jika sebelumnya harga daging ayam potong Rp 32 ribu, kini naik sebesar empat ribu rupaih.

Kenaikan daging ayam ini, menurut salah satu pedagang di Pasar Barek Motor, Yanti, sudah beberapa hari terjadi sejak masukknya bulan Ramadhan. “Sudah naik sejak beberapa hari lalu. Kenaikan ini dari bos di Tanjungpinang,” ujarnya.

Dilanjuti Yanti, dirinya tidak berani menaikkan harga daging ayam, jika harga dari tempat ia ambil tidak naik. “Kita ikut harga dari bos saja. Kalau naik, terpaksa kita harus naikkan harga jualnya,” terang Yanti.

Dirinya memperkirakan, kenaikan ini akibat kurangnya pasokan daging ayam di distributor dan permintaan meningkat.

Selain itu, harga wortel dan cabai rawit juga ikut mengalami kenaikan yang cukup tinggi di Pasar Barek Motor Kijang Kabupaten Bintan. Untuk harga wortel naik sebesar Rp 14 ribu, sedangkan harga cabai rawit naik Rp 6 ribu.

“Harga wortel sebelumnya dijual hanya Rp 12 ribu. Sedangkan harga cabe rawit Rp 38 ribu. Kenaikan ini baru satu hari ini. Namun hal ini akan terjadi terus hingga Hari Raya Idul Fitri nanti,” kata Wiwik pedangan sayur.

Lalu, masih kata Wiwik, harga bawang putih ssat ini masih tergolong tinggi. Sekarang perkilogramnya Rp 44 ribu. Sementara harga normalnya hanya Rp 23 ribu. Arpandi ficomtv.co.id

 

 

Karimun-Bintan Tempat Masuknya Narkoba Terbesar di Kepri

Karimun-Bintan Tempat Masuknya Narkoba Terbesar di Kepri

Tanjungpinang,- Provinsi Kepri masih menjadi tempat transit favorit masuknya narkoba luar negeri ke Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri menyebutkan bahwa Karimun menempati urutan pertama pintu masuk narkoba.

“Dari hasil pemetaan kami, Karimun jadi pintu masuk terbesar masuknya narkoba ke Kepri. Mungkin, karena Karimun dekat dengan Johor,” kata Kepala BNN Kepri Nixson Manurung saat bersilahturahmi dengan ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, di Graha Kepri, Jumat (12/5). Narkoba itu, sambungnya, masuk melalui pelabuhan-pelabuhan laut kecil yang tersebar disepanjang Karimun.

Urutan selanjutnya Bintan. Dengan posisi yang terbuka dan memiliki pantai yang luas, para bandar kerap memanfaatkan pantai-pantai itu memasukkan barang-barang haram itum “Di Bintan, narkoba itu masuk lewat berakit. Informasi ini sudah kita teruskan ke Polda,” kata Nixson lagi.

Lantas bagaimana dengan Batam? Menurut pria yang baru bertugas enam bulan di Kepri ini, para bandar tidak menjadikan Batam tempat favorit. Alasannya sederhana saja. Ketatnya pengawasan dari aparat dan maraknya razia menjadikan Batam relatif sulit. “Kalau untuk jumlah besar, Batam agak susah,” kata Nixsonm

Maraknya narkoba di Kepri sebenarnya disadari betul pihak BNN Kepri. Namun, keterbatasan personil dan anggaran membuat badan pimpinan Budi Waseso ini dituntut ekstra keras lagi.

Bayangkan. Untuk mengawasi wilayah seluas Kepri ini, bidang pemberantasan BNN Kepri hanya memiliki sembilan personil saja. “Karena kurang personil, kita gandeng Polda Kepri untuk ikut membantu proses pemberantasan ini,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Jumaga Nadeak salut dengan terobosan yang dilakukan BNN Kepri. Ia juga berjanji untuk berdiri dibaris terdepan membantu BNN Kepri memberantas narkoba.

“Saya, bersama kawan-kawan lain akan mencoba mendorong alokasi anggaran untuk BNN. Pelan-pelanlah kita bantu,” janji Jumaga.

Selain membantu anggaran, Jumaga juga mempersilahkan agar BNN masuk lebih dalam ke instansi-instansi pemerintahan, tempat hiburan, hingga lokasi-lokasi yang diduga jadi sarangnya narkoba. Dengan demikian, para pengguna dan bandar akan berpikir dua kali.

“BNN harus berani. Tongkrongi tempat hiburan itu. Trus, bikin tes urin mendadak di instansi pemerinahan. Kita pasti dukung,” katanya menyemangati.

Tak hanya itu, Jumaga juga meminta sosialisasi bahaya Narkoba mulai terus didengungkan dari lingkungan keluarga. Sebab, benteng pertama mencegah lahirnya pengguna narkoba baru, adalah keluarga.
Silahturahmi ini juga dihadiri kepala BNN Kota Tanjungpinang AH Panggabean dan Kepala BNN Kota Batam Darsono. Ogen Ficomtv.co.id

Tim WFQR Amankan Kapal Pengangkut Barang Terlarang Dari Malaysia

WFQRTim WFQR Amankan Kapal Pengangkut Barang Terlarang Dari Malaysia

Tanjungpinang, – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Tanjung Balai Karimun Lantamal IV, Kamis (30/03), mengamankan KLM Rizki Nabil yang bermuatan barang terlarang dari Malaysia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danlantamal V) Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E. mengatakan KLM Rizki Nabil diamankan oleh tim WFQR 4 Lanal TBK di perairan sebelah timur Pulau Mendol, kapal berbendera Indonesia, milik “A” dengan tonase 72 di nakhodai oleh “S” dengan 4 orang ABK.

“Kapal dengan lambung dan anjungan berwarna coklat kayu, berlayar dari Batu Pahat Malaysia menuju Sungai Guntung Tanjung Balai Karimun, bermuatan drum plastik sebanyak 250 buah dan ratusan kasur bekas,” ujar Danlantamal IV.

“Dari pemeriksaan, didapati beberapa pelanggaran diantaranya membawa barang muatan yang dilarang untuk di import yaitu barang bekas dalam bentuk kasur bekas dan drum plastik bekas, muatan kapal tidak dilengkapi dengan manifest muatan kapal, tidak dilengkapi dengan tanda pendaftaran kapal dan diduga merubah status hukum kapal,” ungkapnya.

Lebih lanjut Danlantamal IV menegaskan bahwa jajaran Lantamal IV berkomitmen untuk memberantas setiap bentuk tindak kejahatan di wilayah perairan Kepri, WFQR Lantamal IV tidak akan pernah memberikan ruang gerak bagi para penyelundup.

“Lantamal IV tidak akan pernah berpuas diri dengan apa yang telah dicapai selama ini, untuk itu setiap jengkal wilayah perairan Kepri akan selalu kita jaga, karena hal itu memang sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Lantamal IV,” tegas Laksma TNI S. Irawan.

“Kepada para penyelundup, sekali lagi saya tegaskan hentikan kegiatan ilegal yang nyata-nyata merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, jangan pernah mengorbankan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Saat ini kapal beserta seluruh ABK telah sandar di dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Ogen Ficomtv

Tim WFQR Gagalkan Penyelundupan 30 TKI Ilegal

74e1e581-0a3c-4951-bf5b-d2544bfdbf9eTim WFQR Gagalkan Upaya Penyelundupan 30 TKI Ilegal ke Malaysia

Tanjungpinang,- Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (25/03), menggagalkan upaya pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke Malaysia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danlantamal V) Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E. mengatakan upaya penggagalan pengiriman TKI secara ilegal tersebut bermula dari ditemukannya 3 orang yang sedang berenang sambil berteriak minta tolong di alur pelayaran pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) oleh tim WFQR Lantamal IV dari Posal Lagoi yang sedang melakukan patroli laut.

“Tim WFQR Lantamal IV melakukan proses evakuasi terhadap ketiga orang tersebut, selanjutnya dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut. Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” ungkap Danlantamal IV.

Lebih lanjut Danlantamal IV menjelaskan setelah dilakukan pendalaman dan analisa terhadap keterangan yang mereka berikan, didapatkan informasi bahwa masih ada 30 TKI ilegal lain yang saat itu masih berada di Pulau Panjang. Berbekal informasi tersebut, tim WFQR Lantamal IV dengan menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi.

Setelah dilakukan penyisiran terhadap titik kumpul TKI di Pulau Panjang, tim menemukan 30 TKI, rata-rata saat itu kondisi dari 30 TKI dalam keadaan lemas dan mengalami traumakarena sudah dua hari  tidak mendapatkan makanan dan minuman, untuk itu setibanya di Posal Lagoi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine.

Komandan Lantamal IV menghimbau kepada TKI yang akan berangkat keluar negeri agar menggunakan agen penyalur yang resmi, dengan demikian keberadaan mereka diluar negeri terdata dan terpantau oleh pemerintah. Kepada penyedia jasa penyalur TKI ilegal, diperingatkan untuk menghentikan kegiatannya, karena pengiriman TKI secara ilegal  selain melanggar hukum juga sangat berbahaya bagi keselamatan TKI itu sendiri.

“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI bahkan merenggut nyawa mereka, hendaknya hal ini dijadikan pelajaran, hentikan pengiriman TKI secara ilegal. Dengan menggunakan jalur resmi, negara dapat memantau dan memberikan bantuan hukum manakala para pahlawan devisa negara itu mengalami permasalahan hukum,” tegas Laksma TNI S. Irawan.

Mengakhiri press release yang dilaksanakan di Posal Lagoi, mantan Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar tersebut menegaskan tim WFQR Lantamal IV beserta jajarannya tidak akan pernah lelah untuk terus menjaga dan mengawal keamanan setiap jengkal perairan Kepri.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Lantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri, semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh Negara. Kondisi kemanan perairan Kepri dan selat Malaka harus tetap terjaga sehingga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia akan tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebagi tindak lanjut, tim melakukan pendalaman terhadap 33 TKI untuk mengunkap siapa yang menjadi aktor dibalik pengiriman TKI secara ilegal. Lantamal IV melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap para TKI. Ogen Ficomtv

Lantamal IV Amankan Kapal MT Alexander

3fe99acf-f685-4780-88b0-6239c8ed91f5Lantamal IV Amankan Kapal MT Alexander, diduga Melakukan Kegiatan illegal di Perairan OPL

Tanjungpinang,- Diduga akan melakukan kegiatan illegal berupa transfer BBM “ship to ship” di perairan OPL, MT Alexander diamankan oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dari unsur KAL Welang di sekitar perairan Teluk Jodoh Batam, Selasa (14/03).

Laksma TNI S. Irawan mengatakan MT Alexander menjadi target operasi tim WFQR Lantamal IV setelah adanya informasi berkaitan dengan aktivitas illegal yang akan dilakukan oleh kapal tersebut.

“Berbekal informasi tersebut, KAL Welang melakukan patroli disekitar selat Malaka untuk memburu target. Tak mau kehilangan target, KAL Welang melakukan pengejaran hingga akhirnya pada posisi 01 11.048′ U – 103 55.922′ T Teluk Jodoh, tim menghentikan target dan melakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Mantan Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Sat Kopaska) Armabar menjelaskan dari hasil pemeriksaan, MT Alexander GT 307 berbendera Malabo di nakhodai oleh “AH” dengan ABK 5 orang berkewarganegaraan Indonesia. Menurut pengakuan nakhoda kapal, milik “AD” akan berlayar tanpa muatan dari Batam menuju Johor Malaysia.

“Tim menemukan pelanggaran yang dilakukan, diantaranya nakhoda dan KKM tidak memiliki SKK, tidak memiliki SIJIL, tidak dilengkapi dengan buku pelaut dan Crew list,” ungkap Laksma TNI S. Irawan.

Lebih lanjut Danlantamal IV menegaskan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak KSOP Batam, diduga SPB yang ditunjukkan adalah palsu, hal ini diindikasikan dari tidak adanya tanggal dan waktu keberangkat kapal serta jumlah ABK.

“MT Alexaander diduga kuat akan melaksanakan kegiatan illegal berupa transfer BBM antar kapal “ship to ship” di perairan OPL, untuk itu akan dilakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkasnya.

Kapal beserta seluruh ABK dibawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV dibawa menuju dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. Ogen – Ficomtv

KM Lintas Laut 4 diamankan Lantamal IV

peninjauan-kapal-1000Diduga Melanggar Undang-Undang, KM Lintas Laut 4 diamankan Lantamal IV

Tanjungpinang,– Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV, Selasa (14/03) mengamankan KM Lintas Laut 4 yang diduga melakukan pelanggaran Undang Undang Pelayaran di Perairan Pulau  Penyengat Tanjungpinang Kepulauan Riau.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV menjelaskan KM Lintas Laut 4 GT 26 diamankan tim WFQR Lantamal IV pada posisi 0’55 130”U – 104’26 273″T. Kapal kargo kayu yang berlayar dari pulau Sambu dengan tujuan Tanjungpinang, dengan lambung kapal berwarna abu-abu dan bangunan kapal berwarna putih berbendera Indonesia dengan pemilik “MA”.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap muatan kapal, diketahui kapal mengangkut 14 batangbesi H beam, 26 batang besi H beam, 62 lembar seng P.520 m, 7 lembar rabung seng, 34 unit bar bending, 1 unit bar cutter,” ungkap Danlantamal.

“Tim WFQR Lantamal IV yang melaksanakan pemeriksaan menemukan beberapa pelanggaran diantaranya nakhoda berlayar tanpa SPB karena SPB yang ada atas nama “H” namun kenyataannya “H” tidak ada di kapal,  saat diperiksa kapal dinakhodai oleh “M” yang tidak memiliki SKK karena jabatan sebenarnya adalah KKM dan kapal dilengkapi dengan sertifikat alat keselamatan kapal namun secara fisik nihil,” imbuhnya.

Laksma TNI S. Irawan menegaskan kepada seluruh masyarakat Kepri dalam melaksanakan aktivitasnya dilaut agar mentaati peraturan perundang-undangan yang ada demi keselamatan dan tertib administrasi. TNI AL yang memiliki kewenangan penegakan hukum dilaut tidak akan segan-segan menindak setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan.

 

Kapal beserta seluruh ABK dan muatan dibawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV dibawa menuju dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. Ogen – Ficomtv

Nurdin Puji Kesigapan Aparat Kemanan Terhadap Aksi Teroris di Batam

img-20161223-wa0000Nurdin Puji Kesigapan Aparat Kemanan Terhadap Aksi Teroris di Batam

Tanjungpinang,- Gubernur H Nurdin Basirun mengajak masyarakat Kepri mempererat silaturahmi antarsesama. Termasuk antar tetangga terdekat. Silaturahmi yang dibangun, diyakini akan membuat Kepri makin nyaman.

“Dengan kita saling tahu dan saling kenal tetangga. Bergotong royong bersama-sama, semoga hal yang tak diinginkan tidak terjadi,” kata Nurdin di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Kamis (22/12).

Hal ini dikemukakan Nurdin menanggapi beberapa kali terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Tim Gegana Polda Kepri, di Batam. Terakhir, Rabu petang lalu di Sagulung, Batam.

Gubernur mengapresiasi dan memuji gerak cepat yang dilakukan Mabes Polri. Nurdin hanya ingin menunjukkan Kepri berada dalam kondisi yang nyaman untuk semua orang dan semua aktivitas.

“Saya mewakili seluruh masyarakat di Kepulauan Riau mengucapkan terimakasih kepada pihak Polri, Polda beserta jajaran keamanan lainnya dalam menjalankan tugasnya untuk terus menjaga keamanan di Kepri dalam keadaan yang kondusif,” ujar Nurdin.

Dengan gerak cepat Polri kata Nurdin, maka akan meminimalisir terjadinya tindak kriminal yang saat ini sedang hangat dan rawan terjadi di seantero nusantara apalagi sudah menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017. Gubernur Nurdin juga akan segera menurunkan surat edaran kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Kepri agar menurunkan surat edaran kepada pihak dibawah nya lagi untuk meningkatkan Siskamling ditiap-tiap Daerahnya.

“Sistem keamanan 2 x 24 jam tamu harap lapor harus benar-benar dijalankan, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi apapun kegiatan yang ada di daerahnya yang mencurigakan, agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Dan dari masyarakat sendiri agar terus tingkatkan toleransi saling menghormati antar umat beragama,” pesan Nurdin.

Terkait semakin dekatnya Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017 Nurdin juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang ingin melakukan mudik agar terus waspada dan hati-hati dengan melihat kondisi cuaca yang akhir tahun memang gelombang laut sedang dalam kondisi yang kurang bersahabat.

“Kepada pihak pelayaran berserta jajarannya juga agar lebih memperhatikan keselamatan penumpang, jangan melebihi batas kuota penumpang, siaga akan pelampung life jacket, juga melihat keadaan laut, misalkan gelombang sedang tinggi jangan dipaksakan untuk berangkat juga karna hal itu akan beresiko membahayakan semua pihak, kita tentu tidak ingin hal yang buruk terjadi menimpa kita,” tutup Nurdin. Ogen_Ficomtv.co.id

Lantamal IV Gagalkan Pencurian 20 Ton Kabel

lantamalLantamal IV Gagalkan Pencurian 20 Ton Kabel Bawah di Pulau Bintan

Tanjungpinang,- Tim WFQR Western Fleet Quick Response Satkamla Lantamal IV berhasil menggagalkan aksi pencurian kabel bawah laut didaerah Pulau Bintan setelah sekian lama diintai oleh Tim WFQR-IV (Minggu 20/11).

Berbekal informasi yang didapat tim WFQR 4 pada pukul 23.00 WIB bergerak menyusuri arah masuk alur sungai menggunakan Patkamla Rempang dan melaksanakan  penyekatan masuk Sungai Sei Telop Batu 23 (Belakang Gardu Induk PLTU).

Selanjutnya sekitar Pukul 02.40 WIB tim WFQR 4 menggunakan Searider dan Speed Pos Angkatan Laut Kijang saat didepan muara Sei Telop melaksanakan penyisiran alur sungai sejauh 1.5 Nautical Mile dari mulut alur dengan kedalaman 1 meter menuju pasang (Pasang tertinggi pukul 05.00 WIB) dengan lebar sungai kurang lebih 5 meter.

Sedangkan tim WFQR yang lain bergerak terus mengintai ditengah pekatnya malam hingga pukul 03.20 WIB dan berhasil ditemukan barang bukti kabel laut yang sudah berupa besi dan tembaga yang sudah dikupas ditaksir kurang lebih 20 ton, ditempat tersebut juga ditemukan sebuah sepeda motor merk Supra dan 2 buah golok milik pelaku yang tertinggal.

Sampai saat ini tim WFQR Satkamla Lantamal IV masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri masuk kedalam hutan bakau yang lebat., dengan berbekal beberapa barang bukti yang tertinggal tim WFQR telah mengantongi identitas para pelaku pencurian kabel bawa laut yang berada dipulau Bintan.

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI S.Irawan aksi pencurian kabel bawa laut oleh sindikat ini sangat terorganisir dan melibatkan beberapa kelompok hal ini sangat merugikan Negara dan bahkan pelaku-pelaku ini bisak dikatakan penghambat pembangunan yang ada di Kepulauan Riau.

Danlantamal IV mengakui dari jumlah kurang lebih 20 ton kabel bawah laut ini yang berhasil disita memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mempunyai kandungan tembaga dan besi yang harganya cukup pantastis, kita juga akan bekerja sama dengan Kepolisian untuk mengungkap siapa penada barang-barang ini.

“Kita jangan kalah dengan aksi-aksi pencurian kabel bawah laut yang ada dikepri ini kita harus perangi, percuma kita membangun kalau mental masyarakat kita masih seperti ini, namun Irawan mengingatkan pemerintah daerah juga harus berperan aktif membina masyarakat memberikan solusi lapangan kerja, sebab kalau kita analisa ini disebabkan faktor ekonomi dan cara mudah mendapatkan uang cepat”. Jelas Irawan. Ogen-Ficomtv.co.id