• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Category ArchiveBlog Berita

Soeharto dalam Ketahanan Pangan Pembangunan Nasional

PAK HARTO TAK PERNAH BERHENTI PIKIRKAN KETAHANAN PANGAN

JAKARTA – Presiden ke-2 RI Soeharto (Pak Harto) tidak pernah berhenti memikirkan ketahanan pangan, sebab bagi dia tidak akan ada ketahanan nasional di dalam negara apabila rakyatnya kurang makan.

Pernyataan itu dikemukakan puteri pertama Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dalam buku “Soeharto: Ketahanan Pangan dalam Pembangunan Nasional” yang peluncurannya dilakukan di Gedung Dewan Pers Jakarta, Kamis (6/9).

Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Harapan Kita itu ditulis oleh wartawan senior Koos Arumdanie. Sang penulis adalah seorang jurnalis yang telah mengikuti dari dekat dinamika pemerintahan di Istana Negara sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto.

Berbekal catatan-catatan semasa aktif meliput kegiatan kepresidenan itu pula, ketua Pewaris (Persatuan Wartawan Istana) itu mengungkap lebih rinci apa itu ketahanan pangan dalam hubungannya dengan pembangunan nasional di era Orde Baru.

Dalam buku tersebut Mbak Tutut lebih lanjut menceritakan, sejak berhenti dari jabatan Presiden RI ke-2, Pak Harto yang saat itu sedang terkena stroke dikunjungi  Hioe Husni Wijaya, teman memancingnya.

Pak Harto pun bertanya, “sekarang harga beras berapa?”  Dijawab Hioe:”Enam ribu dua ratus, Pak.”  Pak Harto menimpali: ”Mahal ya… kasihan rakyat.” Raut mukanya tampak murung.

“Itu beras dari mana, dalam negeri apa impor?” Lagi Pak Harto bertanya.  Hioe menjawab bahwa beras itu menurut pemberitaan berasal dari Vietnam. Pak Harto semakin masygul. ”Berarti swasembada saya gagal,” katanya.

Dibagi dalam sepuluh bab, buku setebal 258 halaman itu secara lengkap menghadirkan sejumlah data dan informasi yang menarik tentang latar belakang Pak Harto memilih ketahanan pangan sebagai basis pembangunan nasional, termasuk bagaimana peran Bulog dan Koperasi maupun inovasi teknologi yang diadopsi Pemerintah Orde Baru.

Kegigihan Presiden Soeharto mewujudkan ketahanan pangan membuahkan hasil yang pencapaiannya diakui badan pangan dunia (FAO). Lembaga dunia itu pada Juli 1986 menganugerahi medali emas kepada Presiden Soeharto yang bertuliskan “From Rice importer to self-sufficiency”.

Medali tersebut khusus diberikan kepada kepala negara di dunia yang berhasil dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

FAO menggunakan istilah “Food Security” untuk menjelaskan tentang ketahanan pangan. Dengan definisi ini maka ketahanan pangan diposisikan sebagai tolok ukur terhadap kekuatan gangguan pangan di masa depan atau terhadap ketiadaan suplai pangan akibat berbagai faktor seperti kekeringan, instabilitas ekonomi, gangguan transportasi angkutannya hingga terjadinya konflik atau peperangan.

Secara umum kebijakan Presiden Soeharto sebagaimana tercermin dalam program pembangunan nasional dengan jelas mengupayakan stabilitas pangan, khususnya beras yang diindikasikan dengan kemampuan menjamin harga dasar dan harga tertinggi yang ditetapkan melalui pengadaan pangan nasional.

Selain itu, membangun pertanian nasional yang kuat menjadi keputusan politik yang dibuktikannya dengan menyediakan anggaran pembangunan bagi sektor pertanian dan irigasi selama bertahun-tahun dalam jumlah besar.

Puncaknya terjadi ketika Presiden Soeharto mengesahkan Undang-Undang RI No.7 tahun 1996 tentang Pangan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai titik sentral kebijakan pembangunan bangsa.(*)

Editor : Rakhmat

Sumber : Rilis SMSI

Pj Walikota Buka Sosialisasi Pembinaan UKPBJ

Sosialisasi Pembinaan UKPBJ di Kantor Walikota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kota melaksanakan sosialisasi pembinaan unit kerja pengadaan barang/jasa (UKPBJ), di Aula Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (5/9).

Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM menyampaikan diawal sambutannya mengucapkan selamat atas terlaksananya sosialisasi pembinaan UKPBJ ini. “Kita harus bangga karena cita-cita kita dari dulu akan tercapai, selain menginginkan lembaga pelelangan dapat berdiri sendiri, ada juga rencana untuk pimpinan proyek di beri kesempatan kepada pihak swasta, jadi tidak wajib dipimpin oleh pejabat dari pemerintah, karena sesuai dari pengalaman selama ini bahwa standarisasi atau SOP pihak swasta ini bisa dikatakan cukup baik, jadi tidak ada salahnya jika nanti pimpinan proyek bisa dipegang oleh pihak swasta
” Harap Ariza.

Ariza menambahkan bahwa, selama ini banyak pejabat pemerintah merasa takut untuk menjalankan proyek. “Saya rasa tidak ada yang harus ditakuti, jika kita sudah melaksanakan proyek atau pengadaan barang / jasa sesuai aturan yang berlaku dan sesuai perencanaan yang matang dari awal, kenapa harus takut, yang penting segala sesuatu harus berdasarkan aturan, arsip yang rapi serta manajemen yang baik, agar tidak terjadi temuan-temuan pada saat ada pemeriksaan.” Kata Ariza.

Diakhir pengarahannya Ariza kembali mengingatkan bahwa jadilah orang yang jujur, jangan terpengaruh dengan segala hal yang melanggar hukum dan aturan. “Kerjalah sesuai mekanisme yang ada, jangan takut dengan siapapun, jangan takut dengan pimpinan yang menyalahi aturan, selagi kita bekerja sesuai dengan aturan, lanjutkan saja.” Tutup Ariza dilanjutkan membuka acara sosialisasi secara resmi.

Adapun narasumber yang dihadirkan adalah, Harry Sri Kahartan Kusuma selaku Kepala Subdirektorat Wilayah II Barat Lembaga Kebijakan Pengadaan barang / jasa Pemerintah ( LKPP ) dan melibatkan peserta dari PPK, PJPHP, PP Pokja seluruh OPD Pemko Tanjungpinang, dan dihadiri juga oleh seluruh kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. (*)

Editor : Rakhmat

Sumber : Humas Protokol Setdako Tanjungpinang

Dewan Pers Verifikasi Berkas SMSI Kepri

Dewan Pers Verifikasi Berkas SMSI Kepri

TANJUNGPINANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kini sedang diverifikasi Dewan Pers. Setelah Dewan Pers memverifikasi SMSI Jawa Timur pekan lalu, lantas disusul memverifikasi SMSI Riau pada Kamis (30/8), kini giliran SMSI Kepri yang dapat giliran ketiga.
Tim Dewan Pers yang datang ke Kantor Tanjungpinang, Jumat (31/8) adalah Rita Sitorus, Kepala Bidang Pendataan dan Verifikaksi Dewan Pers dan staf Sekretariat Dewan Pers Uci Sri Lestari. Awalnya, SMSI kepri akan diverifikasi pada Kamis (30/8) dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo bersama rombongan sudah berada di Batam sekaligus untuk mengisi acara Pers yang digelar di Hotel Nagoya Hill. Ternyata, Kantor SMSI Kepri tidak berada di Batam melainkan ada di Tanjungpinang yang merupakan Ibukota Provinsi Kepri.
Karena hanya ada waktu sehari di Batam dan tidak memungkinkan ke Tanjungpinang lantaran sore harinya ada acara yang sduah terjadwal di Unpad, Bandung, akhirnya Stenly mengutus Rita Sitorus dan Uci Sri Lestari untuk memverifikasi berkas SMSI.
Kedatangan Rita dan Uci di kantor SMSI Kepri yang berada di jalan Engku Putri, Tanjungpinang disambut oleh pengurus SMSI Kepri. Jalannya verifikasi berlangsung sekitar 1 jam. Kedatangan utusan Dewan Pers untuk memastikan kelengkapan dokumen perusahaan milik SMSI.
Dari 30 berkas yang diperiksa secara teliti oleh Rita dan Uci ada 4 di antaranya yang sudah lulus verifiaksi faktual.
“Badan hukumnya harus spesifik, tdiak boleh digabungkan dengan usaha lain. Meski Koperasi atau yayasan, ruang lingkupnya harus spesifik. Umumnya badan hukumnya berupa perseroan terbatas atau PT,” kata Rita.
Selain itu pihak Dewan Pers juga menanyakan program kerja SMSI Kepri serta minta pada SMSI untuk memverifikasi dulu kelayakan berkas anggotanya sebelum diserahkan ke Dewan Pers.
“SMSI mesti melakukan verifikasi awal berkas berkas perusahaan yang hendak bergabung di organisasi ini agar bisa menjadi leih baik,” pinta Rita.
Selain itu, Rita meminta pengurus SMSI Kepri untuk menyurati setiap perusahaan pers yang berkasnya masih kurang untuk dilengkapi.
“Media siber di Kepri ini, umumnya menggunakan dana daerahnya ya sebagai nama medianya,” komentar Rita saat memeriksa berkas anggota SMSI.
Sekretaris SMSI Kepri Zakmi yang didampingi pengurus dan anggota SMSI menyebutkan, pihaknya akan berupaya untuk lebih ketat lagi memeriksa berkas perusahaan pers yang mendaftar ke SMSI.
“Kita sudah ada standar pemeriksaan sesuai dengan petunjuk dari SMSI pusat. Memang kita akui, ada beberapa perusahaan yang penanggungjawabnya belum mengantongi sertivikasi Utama seperti yang dipersyaratkan Dewan Pers. Namun, untuk kelengkapan dokumen yang lain suah dipatuhi oleh setiap perusahaan Pers yang menjadi anggota SMSI Kepri,’ Sebut Zakmi.
Rita dan Uci hanya sekitar 2 jam di Tanjungpinang lalu balik lagi ke Batam karena harus ikut penerbangan Batam Jakarta yang sudah mereka pesan. (*)

Editor : Rakhmat

Sumber : SMSI Kepri

Dewan Pers Seleksi Berkas Anggota SMSI Riau

Dewan Pers Seleksi Berkas Anggota SMSI Riau

PEKANBARU- Memastikan kelengkapan dokumen perusahaan milik anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau, Kamis (30/8) anggota Dewan Pers yang diketuai Imam Wahyudi yang juga Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Hukum Etika pers, serta Jimmy Silalahi Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers memeriksa sejumlah berkas perusahaan yang telah masuk ke SMSI Riau.

Dari 42 berkas yang diperiksa secara teliti, ditemukan 12 berkas yang harus diperbaiki terutama pada bagian akta notarisnya. “Pada pasal 3 tentang menjalankan usaha dalam bidang perusahaan, ternyata masih ada yang menggabungkannya dengan unit usaha lain. Ini tidak dibenarkan, sebab bidang usahanya harus pada perusahaan pers saja,” ujar Jimmy.

Untuk itu, ditambahkan Imam Wahyudi, SMSI Riau diminta untuk menyurati perusahaan-perusahaan pers yang masih harus melengkapi berkasnya ini. “Kita harapkan kepada SMSI Riau untuk menyurati perusahaan-perusahaan pers ini, supaya melengkapi berkas mereka, terutama pada akta notarisnya,” ungkapnya.

Imam juga menambahkan, tentang aturan yang tidak memperbolehkan, perusahaan pers yang mempunyai nama hamper sama dengan instansi-instasi terkait, mulai dari nama hingga logonya. “Ini bahkan, sebelum masuk verivikasi faktual, pada verivikasi administrasi saja sudah digugurkan,” ujar Imam.

Agenda lain Dewan Pers ke Provinsi Riau, adalah melakukan verivikasi factual sejumlah perusahaan pers yang sebelumnya telah melalui verivikasi administrasi. “Ada sejumlah perusahaan pers yang telah diverivikasi administrasi dan seterusnya akan dilakukan verivikasi faktual.  Ini adalah perdana anggota SMSI Riau yang masuk dalam verivikasi factual. Kita berharap kedepan, akan ada kelanjutan verivikasi factual dari Dewan Pers, terhadap perusahaan pers yang tergabung dalam SMSI Riau,” ujar Ketua SMSI Riau, H Dheni Kurnia disela-sela pertemuan dengan Imam Wahyudi dan Jimmy Silallahi.(*)

Editor : Rakhmat

Sumber : SMSI Riau

September, PWI Tanjungpinang-Bintan Terbentuk

September, PWI Tanjungpinang-Bintan Terbentuk

Tanjungpinang – Wartawan di wilayah Tanjungpinang-Bintan bakal menggelar konfrensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tanjungbintan-Bintan pada 18 September 2018 mendatang. Kesepakatan Koferensi PWI Perwakilan itu diputuskan dalam musyawarah anggota PWI yang digelar di Kedai Kopi Abah, Bintancenter, Selasa (24/7).
“Kepengurusan PWI Tanjungpiang dan Bintan sudah habis masa kerjanya sejak 2004 silam. Belakangan PWI Cabang Kepri meminta dibentuk kepengurusan yang baru dengan menerbitkan surat mandat. Agenda konfrensi PWI perwakilan ini dilaksanakan 18 September mendatang,” ujar Zakmi saat memimpin rapat sore itu.
Wapimpred harian Tanjungpinang Pos yang mendapat dari pengurus cabang PWI Provinsi Kepri untuk pemilihan pengurus PWI Tanjungpinang-Bintan tersebut, mengatakan, pelaksanaan konfrensi nanti rencananya akan dihadiri pengurus PWI pusat, dan yang melantik Ketua PWI Cabang. Dari rapat itu direncanakan panitia konferensi akan mengundang gubernur Kepri, bupati Bintan dan walikota Tanjungpinang.
Pelaksanaan pemilihan PWI cabang Tanjungpinang-Bintan harus sudah terbentuk paling akhir September ini sesuai dengan surat mandat.
“Agenda pertemuan bersama lebih kurang belasan wartawan ini, untuk mencari serta menunjuk panitia pelaksana, serta agenda penting lainnya dalam pemilihan nantinya,” terang dia.
Tampak hadir saat rapat terbatas itu, pengurus PWI yang sudah sertifikasi jenjang muda, madya sampai utama. Bahkan hadir juga beberapa wartawan senior, penggagas aktivitas media masa di wilayah Provinsi Kepri masih satu kesatuan dengan Riau.
Menurutnya, dari banyaknya wartawan yang ada di Tanjungpinang dan Bintan, yang amsuk anggota PWI hanya sekitar 40 orang. “Syarat menjadi anggota PWI itu harus sudah lulus uji kompetensi wartawan minimal tingkat muda. Sertifikasi ini yang mengeluarkan dewan pers. Itu syarat mutlak. Hal inilah yang membuat banyak wartawan yang ingin bergabung di PWI namun tak memenuhi syarat karena belum lulus ujian sertifikasi wartawan,” sebutnya.(*)

Bob Hasan: Dari Dulu Tjahjo Kumolo Tetap Sederhana

Bob Hasan: Dari Dulu Tjahjo Kumolo Tetap Sederhana

Jakarta – Bertemu sahabat yang lama kenal, tentunya banyak kenangan yang kembali akan terungkit. Karena sahabat lama adalah tempat menyimpan jejak kenangan. Kawan lama ibarat buku harian yang berisi catatan kisah. Ketika bertemu, kisah itu kembali dikenang. Begitulah yang terjadi dengan Tjahjo Kumolo dan Bob Hasan, saat keduanya bertemu di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Pagi itu, Tjahjo Kumolo yang saat ini sedang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri menyambangi komplek olahraga terbesar di Indonesia itu untuk memberikan kado istimewa untuk Lalu Muhammad Zohri, pelari muda asal Nusa Tenggara Barat, yang berhasil menoreh prestasi membanggakan menjadi juara dunia dalam kejuaran atletik

Kado istimewa yang akan diberikan pada Zohri secara simbolis tak lain adalah rumah di komplek perumahan Taman Bangsa Residence yang ada di Lombok Utara NTB. Rumah tersebut menurut Tjahjo diberikan pada Zohri sebagai tanda terima kasih pada sprinter muda Indonesia. Selain hendak menyerahkan kado istimewa untuk Zohri, Tjahjo kamis pagi itu juga akan menyerahkan penghargaan untuk Bob Hasan, mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Hawa pagi masih terasa ketika Tjahjo yang didampingi Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo dan beberapa pejabat teras kementerian tiba di GBK. Rombongan langsung menuju ke stadion madya Senayan yang ada di komplek GBK. Di sana sudah menunggu Zohri, para pengurus PASI dan Bob Hasan. Begitu tiba, prosesi penyerahan kado rumah langsung digelar. Zohri yang mengenakan pakaian training olahraga warna merah, pagi itu tampak sumringah. Senyumnya terkembang begitu menerima kado rumah yang diserahkan secara simbolis oleh Mendagri dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo.

Setelah itu, baru penyerahan penghargaan untuk Bob Hasan. Dalam kata sambutannya, Tjahjo berharap tanda terima kasih yang diberikan pada Zohri, bisa memacu pelari muda asal NTB itu berprestasi lebih baik lagi. Tjahjo juga berdoa, di Asian Games yang sebentar lagi akan digelar, Zohri bisa kembali menorehkan prestasi gemilang. Sementara pada Bob Hasan, Tjahjo atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas dedikasinya memajukan dunia olahraga di Tanah Air. Khususnya atletik.

Sampai kemudian Bob Hasan memberi kata sambutan. Mantan menteri di era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha itu, bercerita bahwa ia sudah kenal dengan Tjahjo. Ia kenal mantan Sekjen PDIP itu saat masih aktif di KNPI. Seperti diketahui, Tjahjo pernah jadi ketua umum di organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia tersebut.

” Saya kenal Pak Tjahjo ini puluhan tahun sudah,” kata Bob Hasan.

Dan yang paling Bob Hasan ingat, sosok Tjahjo yang tak neko-neko. Ketika Tjahjo masih menjadi Ketua KNPI. Sepengetahuannya, saat memimpin KNPI, Tjahjo bukan orang yang cari uang dari organisasi. Justru, dana yang didapat sepenuhnya untuk kepentingan organisasi. Karena itu, tidak heran jika sampai sekarang, hidup Tjahjo sederhana. Bahkan ia berseloroh, meski sudah menteri, Tjahjo tetap ‘kere’.

” Yang saya paling ingat itu saat beliau menjadi Ketua KNPI. Ketua KNPI yang lain tidak ada pertanggungjawaban soal uangnya, kalau yang ini ada pertanggunganjawaban. Jadi uangnya bukan buat dia sendiri tapi buat anggota KNPI. Makanya sampai sekarang masih kere juga, ” kata Bob Hasan.

Mendengar itu, Tjahjo hanya mesem-mesem saja. Bob Hasan melanjutkan kata sambutannya. Kata dia, dirinya merasa terharu dengan penghargaan yang diberikan Tjahjo pada Zohri dan juga pada dirinya. Ia mengapresiasi.

” Jadi saya belum pernah dikasih apa-apa sama Pak Tjahjo ini. Sekarang yang dikasih atlet saya. Nah artinya pemerintah itu tahu bahwasanya kita ini banyak sekali atlet-alet dari daerah dan juga dari papan bawah yang punya potensi,” katanya.

Selain Zohri, atlet lari yang punya prestasi kata Bob Hasan adalah Mardi Lestari. Mardi juga atlet dari daerah. Bibit yang lahir dari kalangan orang biasa sama seperti Zohri. Dan masih banyak atlet lain dari daerah yang punya potensi. Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi pada dunia olahraga.

” Karena itu saya senang sekali pemerintah itu selalu membantu kita, Pemdanya juga. Nah sekarang ada perintah lagi dari Pak Jokowi untuk mencari bakat di daerah, ita sudah lama melakukan itu. Kita kan ada tim atletik, di daerah itu banyak sekali seperti Zohri. Lalu. Tapi begitu meningkat ke SMP itu larinya ke sepak bola, jadi belum bisa lari langsung main bola bagaimana mau menang PSSI. Inilah yang salah sebetulnya. Jadi harus belajar lari dulu baru olahraga permainan. Ini baru bisa kita maju,” tuturnya.

Namun yang pasti, ia sangat berterima kasih pada Tjahjo Kumolo yang telah memberi perhatian. Baginya, perhatian dari seorang menteri sangat penting. Ini bisa memacu dan memotivasi, tidak hanya pengurus tapi juga para atletnya.

” Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Tjahjo Kumolo selalu memikirkan orang-orang daerah yang bergiat di atletik, dari papan bawah” ujarnya.(*)

Luncurkan News Room, Terobosan SMSI Perkuat Jejaring Siber

Luncurkan News Room, Terobosan SMSI Perkuat Jejaring Siber

Jakarta – Ada isu hangat yang menjadi obrolan 337 pemilik media siber menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III/Serikat Media Siber Indonesia yang dihelat di Jakarta pada Rabu-Jumat, 25-27 Juli 2018 mendatang. Pada Rakernas yang diagendakan dibuka Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara itu akan diluncurkan SMSI News Room yang diprakarsai Ketua Umum SMSI Auri Jaya.

Lalu apa itu SMSI News Room? News Room atau dalam bahasa Indonesia disebut Ruang Berita, merupakan tempat bagi jurnalis–baik itu reporter, editor, redaktur, dan produser, beserta dengan staff lainnya–bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan berita yang selanjutnya dipublikasikan melalui koran atau majalah, atau dipancarkan melalui televisi, kabel, atau radio. Dengan kata lain, alur kerja sebuah media dari mulai pengumpulan berita hingga mempublikasikannya di media massa.

Dalam perkembangannya, News Room telah berevolusi hingga bentuk keempat yang dikenal dengan News Room Generasi 4.0. Sebelum saya bercerita tentang News Room 4.0, saya ingin memaparkan dulu mengenai News Room generasi 1.0, News Room 2.0, dan News Room 3.0. News Room generasi pertama merupakan alur kerja dengan banyak jurnalis, banyak redaktur, dan banyak media massa. Dalam alur kerja ini, masing-masing jurnalis mengumpulkan berita untuk redaktur dan media massa yang spesifik. Bukan hanya spesifik secara jenis medianya saja, tetapi juga spesifik secara jenis beritanya juga, baik di tingkat jurnalis maupun di tingkat redaktur. Sehingga News Room generasi pertama mensyaratkan banyak sumber daya manusia.

Sedangkan pada News Room generasi kedua tidak memerlukan banyak jurnalis yang spesifik terhadap media. Jurnalis dituntut mampu membuat berita untuk berbagai media massa. Sedangkan yang bertugas memilah berita dan bekerja spesifik sesuai jenis medianya adalah redaktur.

Nah pada News Room generasi ketiga strukturnya lebih ramping lagi. Dalam alur kerjanya, tidak hanya jurnalis yang dituntut mampu membuat berita untuk berbagai media massa, tetapi juga sang redaktur. Redaktur dituntut untuk mampu menguasai pengolahan informasi untuk berbagai jenis media massa. Tentu saja, alur kerja ini tidak mensyaratkan banyak sumber daya manusia.

Sementara untuk News Room generasi keempat atau 4.0 lebih canggih lagi. Selain tidak perlu banyak sumber daya manusia, sang jurnalis juga diberi kewenangan untuk langsung mempublikasikan hasil liputannya. Sedangkan tugas redaktur hanya memantau dan memberi masukan tentang apa yang ditulis sang jurnalis. Selain itu, tugas redaktur fokus memikirkan konsep media berkaitan dengan animo masyarakat terhadap informasi. Model News Room generasi keempat juga akan sangat efektif bila ditunjang oleh divisi riset yang mumpuni. Divisi riset ini tugasnya mengumpulkan berbagai data dan fakta yang terjadi di masyarakat. Sumbernya pun bukan hanya dari jurnalis semata, tetapi dari masyarakat, termasuk di dalamnya praktisi, pakar, peneliti, akademisi, hingga pemerintahan. Masyarakat didorong untuk menulis dan memasukan kontennya ke dalam Content Management System (CMS) milik media. Dalam jangka panjang, hal ini sangat membantu media untuk menghadirkan konten-konten yang tidak hanya cepat, tetapi juga mendalam dan menyeluruh.

Pada news room generasi keempat, pengendalian (controling) di redaksi dilakukan dengan dua metode yakni Pre-Treatement dan Post-Treatement. Pengendalian Pre-Treatement menitikberatkan peran redaktur untuk memfilter dan menyunting bahasa dan konten reportase. Jadi, semuanya ada di tangan redaktur. Sedang pada Post-Treatment, peran redaktur hanya memberi kritik dan masukan terhadap reportase jurnalis yang telah dipublikasikan di media massa. Dalam Pre-Treatement, kebanyakan jurnalis bergantung kepada redaktur. Terkadang, reportase yang diberikan jurnalis kepada redaktur, tidak ditulis dengan sebaik-baiknya karena jurnalis berpikir bahwa semuanya akan diperbaiki oleh redaktur. Sehingga, seringkali kemampuan jurnalis tidak berkembang karena semuanya diserahkan kepada redaktur. Sedangkan dalam Post-Treatement, kemampuan jurnalis dipaksa untuk berkembang. Jurnalis dituntut membuat reportase sebaik-baiknya. Sehingga para jurnalis harus melengkapi dirinya dengan kemampuan berbahasa yang baik, pemahaman etika jurnalistik yang menyeluruh, serta pemaparan konten yang mendalam.

Tingkat kepercayaan kepada jurnalis dalam news room generasi keempat sudah cukup tinggi. Jurnalis di News Room 4.0 memiliki kemampuan yang baik dalam keredaksian dan apa yang ditulisnya bisa dipertanggung jawabkan kepada publik. Konsep News Room 4.0 ini memang masih relatif baru. Namun, sangat efektif diterapkan pada media yang tidak mampu mempekerjakan banyak orang. Contohnya saja di Selandia Baru. Sebuah media massa di sana hanya memiliki 30 orang jurnalis. Namun, media massa ini mampu menghasilkan 1.600 halaman konten dalam seminggu. Sedangkan di Indonesia, media massa koran yang memiliki 500 orang jurnalis, hanya mampu menghasilkan konten 32 halaman per hari atau 224 halaman per minggu.

Dengan konsep News Room generasi keempat ini pula, manusia tidak lagi dianggap sebagai sumber daya (resources), tetapi telah menjadi investasi. Sehingga ketika menjadi investasi, manusia lebih dihargai lantaran telah menjadi kebutuhan vital sebuah perusahaan. Analisis kebutuhan informasi di masyarakat pun, mudah diketahui bila media massa menggunakan konsep News Room generasi keempat. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan konten dari masyarakat yang telah terkumpul di CMS milik media. Dengan kemudahan menganalisis kebutuhan informasi di masyarakat ini, media massa bisa dengan mudahnya membuat media baru yang lebih tematik. Karena bermain di tingkat kebutuhan masyarakat, modal dan iklan pun relatif mudah didapatkan.

Lalu model news room seperti apa yang akan diluncurkan SMSI? Merujuk diskusi dengan Ketua Umum SMSI Auri Jaya, Didampingi Firdaus Sekretaris Jenderal SMSI untuk sementara SMSI akan meluncurkam news room generasi ketiga. Alasannya, masih minimnya ketersediaan database dan konten yang dimiliki di Indonesia.  Terlebih News Room 4.0 membutuhkan data dan konten internet yang terekam dengan baik.Namun dalam perkembangannya kedepan, news room SMSI akan menyiapkan divisi riset dan mengelaborasi dalam CMS yang dimilikinya sehingga bermetaformosis menjadi news room 4.0.

Meskipun demikian News Room 3.0 yang akan digunakan SMSI akan dapat mengefektifkan sumber daya manusia. Terlebih bagi pemilik media siber sudah tentu akan sangat terbantu dalam peningkatan kualitas konten sesuai segmentasi media siber di daerah. SMSI news room bukan menjadi kompetitor para pemilik media siber namun akan bersinergi dan bekerja untuk banyak media. SMSI news room harus bisa memutuskan bahwa sebuah berita memang tepat dan layak dipublikasikan di media tertentu. SMSI news room juga harus memastikan bahwa bahasa yang digunakan cocok untuk segmentasi media anggotanya. Dan ini adalah teroboson yang spektakuler untuk memperkuat jejaring media siber.(*)

Polisi Tetapkan Nasrun Pelaku Pembunuhan Supartini

Polisi Tetapkan Nasrun Pelaku Pembunuhan Supartini

Tanjungpinang- Setelah melakukan pra rekonstruksi Rabu (18/7) kemarin, polisi akhirnya menetapkan Ns alias Nasrun sebagai tersangka pelaku pembunuhan Supartini yang ditemukan sudah tidak bernyawa di bawah Jembatan 3 Dompak , Minggu (15/7) kemarin.

Menurut keterangan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, motif pembunuhan Supartini alias Tini, karena tersangka Nasrun takut terbongkar hubungannya dengan Supartini telah menghasilkan anak. Pasalnya saat dibunuh korban sedang hamil dua bulan. Hal ini lah yang membuat tersangka merencanakan untuk menghabisi tini.

Lalu pada Jumat malam, tersangka dan korban bertemu di restoran  VIP Jalan Bakar Batu. Disana mulailah terjadi pertengkaran kecil. Kemudian keduanya pergi ke kebun milik mertua Nasrun di Jalan Ganet  tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

Ditempat inilah Supartini dihabisi dengan menggunakan sebilah kayu yang dipukulkan di bagian leher belakang korban ketika sudah keluar dari mobil Toyoya Rush warna Silver dengan nopol BP 1390 TQ. Setelah terjatuh, kemudian korban di seret menjauhi mobil.

Saat itu, Tini terlihat masih bergerak. Tanpa pikir panjang lagi, pelaku kembali memukul wajah korban hingga dinyakini telah tewas. Barulah Nasrun mencari tali dan mengikat kaki, tangan dan tubuh koban. Setelah ini setengah bagian tubuh Tini di masukkan ke dalam karung bekas pupuk ayam.

Lalu mayat korban dimasukkan kedalam mobil bagian belakang dan dibawa oleh tersangka ke Senggarang. Rencannya mayat tersebut akan di buang di Jembatan Sei Ladi Senggarang. Namun niatnya diurungkan. Nasrun pun kembali keliling mencari tempat. Akhirnya, tersangka memutuskan untuk membuang jenazah Tini di jembatan 3 Dompak Sungai Wacopek pada Jumat malam (13/7) kemarin.

Akibat perbuatannya, tersangka Nasrun DJ di jerat pasal 340 dan atau 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sudibdiyo ficom tv

BNPT Latih Pelajar Tangkal Terorisme

BNPT Latih Pelajar Tangkal Terorisme
BATAM – Ratusan Siswa-siswi di Kepri mengikuti pelatihan dan pembuatan video pendek di Aula Asrama Haji Batamcenter, Kamis (31/5). Pelatihan membuat video pendek bertema menjadi Indonesia ini digelar sebagai upaya menanamkan rasa cinta sesama sebagai salah satu upaya mencegah radikalisme sejak dini.
Pelatihan rutin yang digelar setiap tahun ini dilakukan oleh Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT). Acara yang langsung dibuka oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Marsma TNI, Dr Asep Dadang Suryadi ST, MM ini juga menghadirkan narasumber talkshow Dr Erwansyah Sjarief dosen Universitas Suryadarma dan dosen PTIK.
Menurut Asep Dadang Suryadi, pelatihan dan pencegahan teroris mesti dilakukan sejak dini. Asep Dadang Suryadi juga banyak menceritakan tentang upaya-upaya yang dilakukan BNPT dalam mencegah dan menindak pelaku teroris.
“Banyak hal yang meski diketahui oleh siswa-siswi agar tidak terjebak dalam gerakan terlarang. Pelaku teroris selama ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun ada juga dilakukan oleh perempuan bahkan ada juga yang dilakukan oleh anak di bawah umur,” ucapnya.
Di pembukaan acara pelatihan, tampak dihadiri juga oleh Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah dan undangan dari TNI dan FKPD lain.
Sementara itu Ketua FKPT Provinsi Kepri Reni Yusneli menyebutkan, pelatihan ini sslah satu tujuannya untuk memberikan gambaran
pelibatan pelajar SMA sederajat. “Tentu output yang kita harapkan salah satunya agar materi pencegahan radikalisme dan terorisme dengan talkshow di radio televisi dan karya video pendek,” kata Reni dalam pidatonya.
Pada penghujung acara, peserta mengikuti workshop yang pematerinya dari praktisi film Dyah Kusumawati dan artis Annisa Putri Ayudya yang mengarahkan dan mengajarkan peserta workshop membuat video pedek. Hasil setiap video yang dibuat secara berkelompok langsung dibahas untuk dikoreksi dan diperbaiki lalu diunggah ke instagram untuk mengikuti lomba video pendek BNPT yang total hadiahnya Rp57 juta. *

Laporkan Kekerasan Perempuan & Anak Melalui Aplikasi Cek Dare

Laporkan Kekerasan Perempuan & Anak Melalui Aplikasi Cek Dare
Tanjungpinang- Gubernur Kepri Nurdin Basirun melaunching aplikasi ‘Cek Dare Kepri’ di halaman Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Selasa (10/10/2017). Aplikasi tersebut merupakan sebuah aplikasi pengaduan masyakarat Kepri menyangkut permasalahan perempuan dan anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemprov Kepri, Misni menjelaskan, aplikasi ‘Cek Dare’ merupakan salah satu cara mempermudah pelayanan pemerintah terhadap banyak kasus terkait perempuan dan anak. Pada aplikasi tersebut, tersedia layanan konsultasi serta pengaduan terkait persoalan yang dihadapi perempuan.
“Caranya pun cukup mudah. Tinggal di instal di ponsel pintar, mendaftarkan dengan identitas asli, lalu bisa digunakan,” terangnya.
Ia memapaparkan, latar belakang dibuatnya aplikasi layanan pengaduan tersebut, mengingat masyarakat Kepri saat ini sudah sangat dekat dan butuh dengan ponsel pintar. Oleh karena itu, sebagi upaya memberikan kemudahan untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi perempuan dan anak, maka Pemprov Kepri meluncurkan aplikasi ‘Cek Dare’ tersebut.
Tak hanya menerima pengaduan, lanjut Misni, aplikasi tersebut juga terhubung langsung dengan operator. Jika ada permasalahan krusial yang mengharuskan mendapatkan pendampingan dan mediasi, maka pihaknya akan segera tanggap melakukan tindakan tersebut.
“Kita juga sudah mengajak pemerintah Kabupten/Kota untuk sama-sama menyukseskan aplikasi ‘Cek Dare’ ini. Dan ini juga sebagai penghubung antara kita dengan masyarakat yang ada di daerah-daerah hinterland,” katanya.
Ia berharap, dengana diluncurkan aplikasi ‘Cek Dare’ ini dapat mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kepri. Kendati pun terjadi, maka dapat memudahkan si korban untuk mengadukan ke pihak berwenang agar segera mendapatkan penanganan.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data perkembangan dari tahun ke tahun, angka kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di wilayah Kepri terus saja terjadi peningkatan. Tahun 2017 ini saja, sudah terdata sekitar 269 korban. Selama ini tercatat dari tahun ke tahun perkembangan kasus sudah mencapai 746 kasus. Ogen Ficomtv.co.id