• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Category ArchiveBlog Berita

September, PWI Tanjungpinang-Bintan Terbentuk

September, PWI Tanjungpinang-Bintan Terbentuk

Tanjungpinang – Wartawan di wilayah Tanjungpinang-Bintan bakal menggelar konfrensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tanjungbintan-Bintan pada 18 September 2018 mendatang. Kesepakatan Koferensi PWI Perwakilan itu diputuskan dalam musyawarah anggota PWI yang digelar di Kedai Kopi Abah, Bintancenter, Selasa (24/7).
“Kepengurusan PWI Tanjungpiang dan Bintan sudah habis masa kerjanya sejak 2004 silam. Belakangan PWI Cabang Kepri meminta dibentuk kepengurusan yang baru dengan menerbitkan surat mandat. Agenda konfrensi PWI perwakilan ini dilaksanakan 18 September mendatang,” ujar Zakmi saat memimpin rapat sore itu.
Wapimpred harian Tanjungpinang Pos yang mendapat dari pengurus cabang PWI Provinsi Kepri untuk pemilihan pengurus PWI Tanjungpinang-Bintan tersebut, mengatakan, pelaksanaan konfrensi nanti rencananya akan dihadiri pengurus PWI pusat, dan yang melantik Ketua PWI Cabang. Dari rapat itu direncanakan panitia konferensi akan mengundang gubernur Kepri, bupati Bintan dan walikota Tanjungpinang.
Pelaksanaan pemilihan PWI cabang Tanjungpinang-Bintan harus sudah terbentuk paling akhir September ini sesuai dengan surat mandat.
“Agenda pertemuan bersama lebih kurang belasan wartawan ini, untuk mencari serta menunjuk panitia pelaksana, serta agenda penting lainnya dalam pemilihan nantinya,” terang dia.
Tampak hadir saat rapat terbatas itu, pengurus PWI yang sudah sertifikasi jenjang muda, madya sampai utama. Bahkan hadir juga beberapa wartawan senior, penggagas aktivitas media masa di wilayah Provinsi Kepri masih satu kesatuan dengan Riau.
Menurutnya, dari banyaknya wartawan yang ada di Tanjungpinang dan Bintan, yang amsuk anggota PWI hanya sekitar 40 orang. “Syarat menjadi anggota PWI itu harus sudah lulus uji kompetensi wartawan minimal tingkat muda. Sertifikasi ini yang mengeluarkan dewan pers. Itu syarat mutlak. Hal inilah yang membuat banyak wartawan yang ingin bergabung di PWI namun tak memenuhi syarat karena belum lulus ujian sertifikasi wartawan,” sebutnya.(*)

Bob Hasan: Dari Dulu Tjahjo Kumolo Tetap Sederhana

Bob Hasan: Dari Dulu Tjahjo Kumolo Tetap Sederhana

Jakarta – Bertemu sahabat yang lama kenal, tentunya banyak kenangan yang kembali akan terungkit. Karena sahabat lama adalah tempat menyimpan jejak kenangan. Kawan lama ibarat buku harian yang berisi catatan kisah. Ketika bertemu, kisah itu kembali dikenang. Begitulah yang terjadi dengan Tjahjo Kumolo dan Bob Hasan, saat keduanya bertemu di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Pagi itu, Tjahjo Kumolo yang saat ini sedang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri menyambangi komplek olahraga terbesar di Indonesia itu untuk memberikan kado istimewa untuk Lalu Muhammad Zohri, pelari muda asal Nusa Tenggara Barat, yang berhasil menoreh prestasi membanggakan menjadi juara dunia dalam kejuaran atletik

Kado istimewa yang akan diberikan pada Zohri secara simbolis tak lain adalah rumah di komplek perumahan Taman Bangsa Residence yang ada di Lombok Utara NTB. Rumah tersebut menurut Tjahjo diberikan pada Zohri sebagai tanda terima kasih pada sprinter muda Indonesia. Selain hendak menyerahkan kado istimewa untuk Zohri, Tjahjo kamis pagi itu juga akan menyerahkan penghargaan untuk Bob Hasan, mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Hawa pagi masih terasa ketika Tjahjo yang didampingi Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo dan beberapa pejabat teras kementerian tiba di GBK. Rombongan langsung menuju ke stadion madya Senayan yang ada di komplek GBK. Di sana sudah menunggu Zohri, para pengurus PASI dan Bob Hasan. Begitu tiba, prosesi penyerahan kado rumah langsung digelar. Zohri yang mengenakan pakaian training olahraga warna merah, pagi itu tampak sumringah. Senyumnya terkembang begitu menerima kado rumah yang diserahkan secara simbolis oleh Mendagri dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo.

Setelah itu, baru penyerahan penghargaan untuk Bob Hasan. Dalam kata sambutannya, Tjahjo berharap tanda terima kasih yang diberikan pada Zohri, bisa memacu pelari muda asal NTB itu berprestasi lebih baik lagi. Tjahjo juga berdoa, di Asian Games yang sebentar lagi akan digelar, Zohri bisa kembali menorehkan prestasi gemilang. Sementara pada Bob Hasan, Tjahjo atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas dedikasinya memajukan dunia olahraga di Tanah Air. Khususnya atletik.

Sampai kemudian Bob Hasan memberi kata sambutan. Mantan menteri di era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha itu, bercerita bahwa ia sudah kenal dengan Tjahjo. Ia kenal mantan Sekjen PDIP itu saat masih aktif di KNPI. Seperti diketahui, Tjahjo pernah jadi ketua umum di organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia tersebut.

” Saya kenal Pak Tjahjo ini puluhan tahun sudah,” kata Bob Hasan.

Dan yang paling Bob Hasan ingat, sosok Tjahjo yang tak neko-neko. Ketika Tjahjo masih menjadi Ketua KNPI. Sepengetahuannya, saat memimpin KNPI, Tjahjo bukan orang yang cari uang dari organisasi. Justru, dana yang didapat sepenuhnya untuk kepentingan organisasi. Karena itu, tidak heran jika sampai sekarang, hidup Tjahjo sederhana. Bahkan ia berseloroh, meski sudah menteri, Tjahjo tetap ‘kere’.

” Yang saya paling ingat itu saat beliau menjadi Ketua KNPI. Ketua KNPI yang lain tidak ada pertanggungjawaban soal uangnya, kalau yang ini ada pertanggunganjawaban. Jadi uangnya bukan buat dia sendiri tapi buat anggota KNPI. Makanya sampai sekarang masih kere juga, ” kata Bob Hasan.

Mendengar itu, Tjahjo hanya mesem-mesem saja. Bob Hasan melanjutkan kata sambutannya. Kata dia, dirinya merasa terharu dengan penghargaan yang diberikan Tjahjo pada Zohri dan juga pada dirinya. Ia mengapresiasi.

” Jadi saya belum pernah dikasih apa-apa sama Pak Tjahjo ini. Sekarang yang dikasih atlet saya. Nah artinya pemerintah itu tahu bahwasanya kita ini banyak sekali atlet-alet dari daerah dan juga dari papan bawah yang punya potensi,” katanya.

Selain Zohri, atlet lari yang punya prestasi kata Bob Hasan adalah Mardi Lestari. Mardi juga atlet dari daerah. Bibit yang lahir dari kalangan orang biasa sama seperti Zohri. Dan masih banyak atlet lain dari daerah yang punya potensi. Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi pada dunia olahraga.

” Karena itu saya senang sekali pemerintah itu selalu membantu kita, Pemdanya juga. Nah sekarang ada perintah lagi dari Pak Jokowi untuk mencari bakat di daerah, ita sudah lama melakukan itu. Kita kan ada tim atletik, di daerah itu banyak sekali seperti Zohri. Lalu. Tapi begitu meningkat ke SMP itu larinya ke sepak bola, jadi belum bisa lari langsung main bola bagaimana mau menang PSSI. Inilah yang salah sebetulnya. Jadi harus belajar lari dulu baru olahraga permainan. Ini baru bisa kita maju,” tuturnya.

Namun yang pasti, ia sangat berterima kasih pada Tjahjo Kumolo yang telah memberi perhatian. Baginya, perhatian dari seorang menteri sangat penting. Ini bisa memacu dan memotivasi, tidak hanya pengurus tapi juga para atletnya.

” Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Tjahjo Kumolo selalu memikirkan orang-orang daerah yang bergiat di atletik, dari papan bawah” ujarnya.(*)

Luncurkan News Room, Terobosan SMSI Perkuat Jejaring Siber

Luncurkan News Room, Terobosan SMSI Perkuat Jejaring Siber

Jakarta – Ada isu hangat yang menjadi obrolan 337 pemilik media siber menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III/Serikat Media Siber Indonesia yang dihelat di Jakarta pada Rabu-Jumat, 25-27 Juli 2018 mendatang. Pada Rakernas yang diagendakan dibuka Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara itu akan diluncurkan SMSI News Room yang diprakarsai Ketua Umum SMSI Auri Jaya.

Lalu apa itu SMSI News Room? News Room atau dalam bahasa Indonesia disebut Ruang Berita, merupakan tempat bagi jurnalis–baik itu reporter, editor, redaktur, dan produser, beserta dengan staff lainnya–bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan berita yang selanjutnya dipublikasikan melalui koran atau majalah, atau dipancarkan melalui televisi, kabel, atau radio. Dengan kata lain, alur kerja sebuah media dari mulai pengumpulan berita hingga mempublikasikannya di media massa.

Dalam perkembangannya, News Room telah berevolusi hingga bentuk keempat yang dikenal dengan News Room Generasi 4.0. Sebelum saya bercerita tentang News Room 4.0, saya ingin memaparkan dulu mengenai News Room generasi 1.0, News Room 2.0, dan News Room 3.0. News Room generasi pertama merupakan alur kerja dengan banyak jurnalis, banyak redaktur, dan banyak media massa. Dalam alur kerja ini, masing-masing jurnalis mengumpulkan berita untuk redaktur dan media massa yang spesifik. Bukan hanya spesifik secara jenis medianya saja, tetapi juga spesifik secara jenis beritanya juga, baik di tingkat jurnalis maupun di tingkat redaktur. Sehingga News Room generasi pertama mensyaratkan banyak sumber daya manusia.

Sedangkan pada News Room generasi kedua tidak memerlukan banyak jurnalis yang spesifik terhadap media. Jurnalis dituntut mampu membuat berita untuk berbagai media massa. Sedangkan yang bertugas memilah berita dan bekerja spesifik sesuai jenis medianya adalah redaktur.

Nah pada News Room generasi ketiga strukturnya lebih ramping lagi. Dalam alur kerjanya, tidak hanya jurnalis yang dituntut mampu membuat berita untuk berbagai media massa, tetapi juga sang redaktur. Redaktur dituntut untuk mampu menguasai pengolahan informasi untuk berbagai jenis media massa. Tentu saja, alur kerja ini tidak mensyaratkan banyak sumber daya manusia.

Sementara untuk News Room generasi keempat atau 4.0 lebih canggih lagi. Selain tidak perlu banyak sumber daya manusia, sang jurnalis juga diberi kewenangan untuk langsung mempublikasikan hasil liputannya. Sedangkan tugas redaktur hanya memantau dan memberi masukan tentang apa yang ditulis sang jurnalis. Selain itu, tugas redaktur fokus memikirkan konsep media berkaitan dengan animo masyarakat terhadap informasi. Model News Room generasi keempat juga akan sangat efektif bila ditunjang oleh divisi riset yang mumpuni. Divisi riset ini tugasnya mengumpulkan berbagai data dan fakta yang terjadi di masyarakat. Sumbernya pun bukan hanya dari jurnalis semata, tetapi dari masyarakat, termasuk di dalamnya praktisi, pakar, peneliti, akademisi, hingga pemerintahan. Masyarakat didorong untuk menulis dan memasukan kontennya ke dalam Content Management System (CMS) milik media. Dalam jangka panjang, hal ini sangat membantu media untuk menghadirkan konten-konten yang tidak hanya cepat, tetapi juga mendalam dan menyeluruh.

Pada news room generasi keempat, pengendalian (controling) di redaksi dilakukan dengan dua metode yakni Pre-Treatement dan Post-Treatement. Pengendalian Pre-Treatement menitikberatkan peran redaktur untuk memfilter dan menyunting bahasa dan konten reportase. Jadi, semuanya ada di tangan redaktur. Sedang pada Post-Treatment, peran redaktur hanya memberi kritik dan masukan terhadap reportase jurnalis yang telah dipublikasikan di media massa. Dalam Pre-Treatement, kebanyakan jurnalis bergantung kepada redaktur. Terkadang, reportase yang diberikan jurnalis kepada redaktur, tidak ditulis dengan sebaik-baiknya karena jurnalis berpikir bahwa semuanya akan diperbaiki oleh redaktur. Sehingga, seringkali kemampuan jurnalis tidak berkembang karena semuanya diserahkan kepada redaktur. Sedangkan dalam Post-Treatement, kemampuan jurnalis dipaksa untuk berkembang. Jurnalis dituntut membuat reportase sebaik-baiknya. Sehingga para jurnalis harus melengkapi dirinya dengan kemampuan berbahasa yang baik, pemahaman etika jurnalistik yang menyeluruh, serta pemaparan konten yang mendalam.

Tingkat kepercayaan kepada jurnalis dalam news room generasi keempat sudah cukup tinggi. Jurnalis di News Room 4.0 memiliki kemampuan yang baik dalam keredaksian dan apa yang ditulisnya bisa dipertanggung jawabkan kepada publik. Konsep News Room 4.0 ini memang masih relatif baru. Namun, sangat efektif diterapkan pada media yang tidak mampu mempekerjakan banyak orang. Contohnya saja di Selandia Baru. Sebuah media massa di sana hanya memiliki 30 orang jurnalis. Namun, media massa ini mampu menghasilkan 1.600 halaman konten dalam seminggu. Sedangkan di Indonesia, media massa koran yang memiliki 500 orang jurnalis, hanya mampu menghasilkan konten 32 halaman per hari atau 224 halaman per minggu.

Dengan konsep News Room generasi keempat ini pula, manusia tidak lagi dianggap sebagai sumber daya (resources), tetapi telah menjadi investasi. Sehingga ketika menjadi investasi, manusia lebih dihargai lantaran telah menjadi kebutuhan vital sebuah perusahaan. Analisis kebutuhan informasi di masyarakat pun, mudah diketahui bila media massa menggunakan konsep News Room generasi keempat. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan konten dari masyarakat yang telah terkumpul di CMS milik media. Dengan kemudahan menganalisis kebutuhan informasi di masyarakat ini, media massa bisa dengan mudahnya membuat media baru yang lebih tematik. Karena bermain di tingkat kebutuhan masyarakat, modal dan iklan pun relatif mudah didapatkan.

Lalu model news room seperti apa yang akan diluncurkan SMSI? Merujuk diskusi dengan Ketua Umum SMSI Auri Jaya, Didampingi Firdaus Sekretaris Jenderal SMSI untuk sementara SMSI akan meluncurkam news room generasi ketiga. Alasannya, masih minimnya ketersediaan database dan konten yang dimiliki di Indonesia.  Terlebih News Room 4.0 membutuhkan data dan konten internet yang terekam dengan baik.Namun dalam perkembangannya kedepan, news room SMSI akan menyiapkan divisi riset dan mengelaborasi dalam CMS yang dimilikinya sehingga bermetaformosis menjadi news room 4.0.

Meskipun demikian News Room 3.0 yang akan digunakan SMSI akan dapat mengefektifkan sumber daya manusia. Terlebih bagi pemilik media siber sudah tentu akan sangat terbantu dalam peningkatan kualitas konten sesuai segmentasi media siber di daerah. SMSI news room bukan menjadi kompetitor para pemilik media siber namun akan bersinergi dan bekerja untuk banyak media. SMSI news room harus bisa memutuskan bahwa sebuah berita memang tepat dan layak dipublikasikan di media tertentu. SMSI news room juga harus memastikan bahwa bahasa yang digunakan cocok untuk segmentasi media anggotanya. Dan ini adalah teroboson yang spektakuler untuk memperkuat jejaring media siber.(*)

Polisi Tetapkan Nasrun Pelaku Pembunuhan Supartini

Polisi Tetapkan Nasrun Pelaku Pembunuhan Supartini

Tanjungpinang- Setelah melakukan pra rekonstruksi Rabu (18/7) kemarin, polisi akhirnya menetapkan Ns alias Nasrun sebagai tersangka pelaku pembunuhan Supartini yang ditemukan sudah tidak bernyawa di bawah Jembatan 3 Dompak , Minggu (15/7) kemarin.

Menurut keterangan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, motif pembunuhan Supartini alias Tini, karena tersangka Nasrun takut terbongkar hubungannya dengan Supartini telah menghasilkan anak. Pasalnya saat dibunuh korban sedang hamil dua bulan. Hal ini lah yang membuat tersangka merencanakan untuk menghabisi tini.

Lalu pada Jumat malam, tersangka dan korban bertemu di restoran  VIP Jalan Bakar Batu. Disana mulailah terjadi pertengkaran kecil. Kemudian keduanya pergi ke kebun milik mertua Nasrun di Jalan Ganet  tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

Ditempat inilah Supartini dihabisi dengan menggunakan sebilah kayu yang dipukulkan di bagian leher belakang korban ketika sudah keluar dari mobil Toyoya Rush warna Silver dengan nopol BP 1390 TQ. Setelah terjatuh, kemudian korban di seret menjauhi mobil.

Saat itu, Tini terlihat masih bergerak. Tanpa pikir panjang lagi, pelaku kembali memukul wajah korban hingga dinyakini telah tewas. Barulah Nasrun mencari tali dan mengikat kaki, tangan dan tubuh koban. Setelah ini setengah bagian tubuh Tini di masukkan ke dalam karung bekas pupuk ayam.

Lalu mayat korban dimasukkan kedalam mobil bagian belakang dan dibawa oleh tersangka ke Senggarang. Rencannya mayat tersebut akan di buang di Jembatan Sei Ladi Senggarang. Namun niatnya diurungkan. Nasrun pun kembali keliling mencari tempat. Akhirnya, tersangka memutuskan untuk membuang jenazah Tini di jembatan 3 Dompak Sungai Wacopek pada Jumat malam (13/7) kemarin.

Akibat perbuatannya, tersangka Nasrun DJ di jerat pasal 340 dan atau 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sudibdiyo ficom tv

BNPT Latih Pelajar Tangkal Terorisme

BNPT Latih Pelajar Tangkal Terorisme
BATAM – Ratusan Siswa-siswi di Kepri mengikuti pelatihan dan pembuatan video pendek di Aula Asrama Haji Batamcenter, Kamis (31/5). Pelatihan membuat video pendek bertema menjadi Indonesia ini digelar sebagai upaya menanamkan rasa cinta sesama sebagai salah satu upaya mencegah radikalisme sejak dini.
Pelatihan rutin yang digelar setiap tahun ini dilakukan oleh Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT). Acara yang langsung dibuka oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Marsma TNI, Dr Asep Dadang Suryadi ST, MM ini juga menghadirkan narasumber talkshow Dr Erwansyah Sjarief dosen Universitas Suryadarma dan dosen PTIK.
Menurut Asep Dadang Suryadi, pelatihan dan pencegahan teroris mesti dilakukan sejak dini. Asep Dadang Suryadi juga banyak menceritakan tentang upaya-upaya yang dilakukan BNPT dalam mencegah dan menindak pelaku teroris.
“Banyak hal yang meski diketahui oleh siswa-siswi agar tidak terjebak dalam gerakan terlarang. Pelaku teroris selama ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun ada juga dilakukan oleh perempuan bahkan ada juga yang dilakukan oleh anak di bawah umur,” ucapnya.
Di pembukaan acara pelatihan, tampak dihadiri juga oleh Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah dan undangan dari TNI dan FKPD lain.
Sementara itu Ketua FKPT Provinsi Kepri Reni Yusneli menyebutkan, pelatihan ini sslah satu tujuannya untuk memberikan gambaran
pelibatan pelajar SMA sederajat. “Tentu output yang kita harapkan salah satunya agar materi pencegahan radikalisme dan terorisme dengan talkshow di radio televisi dan karya video pendek,” kata Reni dalam pidatonya.
Pada penghujung acara, peserta mengikuti workshop yang pematerinya dari praktisi film Dyah Kusumawati dan artis Annisa Putri Ayudya yang mengarahkan dan mengajarkan peserta workshop membuat video pedek. Hasil setiap video yang dibuat secara berkelompok langsung dibahas untuk dikoreksi dan diperbaiki lalu diunggah ke instagram untuk mengikuti lomba video pendek BNPT yang total hadiahnya Rp57 juta. *

Laporkan Kekerasan Perempuan & Anak Melalui Aplikasi Cek Dare

Laporkan Kekerasan Perempuan & Anak Melalui Aplikasi Cek Dare
Tanjungpinang- Gubernur Kepri Nurdin Basirun melaunching aplikasi ‘Cek Dare Kepri’ di halaman Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Selasa (10/10/2017). Aplikasi tersebut merupakan sebuah aplikasi pengaduan masyakarat Kepri menyangkut permasalahan perempuan dan anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemprov Kepri, Misni menjelaskan, aplikasi ‘Cek Dare’ merupakan salah satu cara mempermudah pelayanan pemerintah terhadap banyak kasus terkait perempuan dan anak. Pada aplikasi tersebut, tersedia layanan konsultasi serta pengaduan terkait persoalan yang dihadapi perempuan.
“Caranya pun cukup mudah. Tinggal di instal di ponsel pintar, mendaftarkan dengan identitas asli, lalu bisa digunakan,” terangnya.
Ia memapaparkan, latar belakang dibuatnya aplikasi layanan pengaduan tersebut, mengingat masyarakat Kepri saat ini sudah sangat dekat dan butuh dengan ponsel pintar. Oleh karena itu, sebagi upaya memberikan kemudahan untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi perempuan dan anak, maka Pemprov Kepri meluncurkan aplikasi ‘Cek Dare’ tersebut.
Tak hanya menerima pengaduan, lanjut Misni, aplikasi tersebut juga terhubung langsung dengan operator. Jika ada permasalahan krusial yang mengharuskan mendapatkan pendampingan dan mediasi, maka pihaknya akan segera tanggap melakukan tindakan tersebut.
“Kita juga sudah mengajak pemerintah Kabupten/Kota untuk sama-sama menyukseskan aplikasi ‘Cek Dare’ ini. Dan ini juga sebagai penghubung antara kita dengan masyarakat yang ada di daerah-daerah hinterland,” katanya.
Ia berharap, dengana diluncurkan aplikasi ‘Cek Dare’ ini dapat mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kepri. Kendati pun terjadi, maka dapat memudahkan si korban untuk mengadukan ke pihak berwenang agar segera mendapatkan penanganan.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data perkembangan dari tahun ke tahun, angka kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di wilayah Kepri terus saja terjadi peningkatan. Tahun 2017 ini saja, sudah terdata sekitar 269 korban. Selama ini tercatat dari tahun ke tahun perkembangan kasus sudah mencapai 746 kasus. Ogen Ficomtv.co.id

Polres Tanjungpinang Jamin Pelayanan SIM Bebas Pungli

Polres Tanjungpinang Jamin Pelayanan SIM Bebas Pungli

Tanjungpinang- Polres Kota Tanjunpinang, memastikan pengurusan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayahnya bebas pungutan liar (pungli).

Hal tersebut sesuai instruksi Presiden Republik indonesia Jokowidodo, yang dalam hal ini menginginkan seluruh pelayanan publik terhindar dan bebas praktik pungli.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardyantotedjo Baskoro melalui Kasat Lantas, AKP Krisna Ramdhani Yowa mengatakan, sejauh ini, dalam pelayanan kepada masyarakat, Satlantas Polres Tanjungpinang bebas pungli. Utamanya pengurusan pembuatan dan perpanjangan SIM.

“Kami terus mewanti-wanti jajaran agar tidak bermain-main dalam hal ini. Jangan sampai terlibat dalam aktifitas pungli. Kami akan menindak tegas setiap anggota yang diketahui melakukan pungli,” AKP Krisna Ramdhani Yowa, Rabu (1/11).

Untuk mencegah, menghindari terjadinya praktek pungli di jajaran kepolisian setempat, selain memperkuat personil anti pungli, masyarakat juga diimbau ikut mendukung, dengan tidak melakukan upaya yang mengarah kepada hal tersebut.

“Kami juga meminta warga pro aktif melaporkan, jika mengetahui ada petugas “nakal”. Saya sering memantau langsung. Melihat kinerja anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. Ogen ficomtv.co.id

Imigrasi Tanjungpinang : Hindari Jasa Calo Pembuatan Pasor

Imigrasi Tanjungpinang : Hindari Jasa Calo Pembuatan Pasor

Tanjungpinang- Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang Indra Kusuma meminta masyarakat yang mengurus pembuatan paspor tidak menggunakan jasa calo.

“Kami berupaya menjadikan kantor Imigrasi Tanjungpinang sebagai kawasan bebas korupsi. Karena itu, masyarakat yang ingin mengurus paspor, jangan menggunakan jasa calo karena akan dikenakan biaya tinggi,” katanya Selasa (21/11).

“Kalau yang bersangkutan datang mengurus paspor sendiri di Kantor Imigrasi, biaya yang dikeluarkan tidak lebih dari Rp 355 ribu, 3 hari langsung siap. Hal ini berlaku di seluruh Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia.
lebih lanjut dirinya mengatakan. Data Permohonan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, pihaknya melayani pembuatan paspor rata-rata 50 per-hari. Ogen Ficomtv.co.id

DPMD Dukcapil Kepri Serius Memajukan TTG Guna Merangsang Kreativitas Masyarakat Dan Perekonomian Di Kepri

DPMD   Dukcapil   Kepri   Serius   Memajukan   TTG   Guna Merangsang Kreativitas Masyarakat Dan Perekonomian Di Kepri

TANJUNGPINANG,- Untuk memajukan suatu daerah, peran utama adalah kerjasama yang baikantara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pengusaha dan Masyarakat,salah satu penunjangannya adalah kemajuan Teknologi, bisa itu teknologi canggih atau   teknologi   sederhana.   Pemerintah   Provinsi   Kepulauan   Riau melalui   Dinas   Pemberdayaan   Masyarakat   dan   Desa,   Kependudukan   dan Pencatatan   Sipil   Provinsi   Kepulauan   Riau,   sejak   beberapa   tahun kebelakangan ini sangat berkonsentrasi memajukan Teknologi Daerah yang bermuatan   lokal   dan   ditemukan   oleh   masyarakat   lokal   dengan   tujuan mampu   menjawab   permasalahan   ditengah-tengah   masyarakat   agar meningkatkan perekonomian masyarakat, Teknologi Sederhana ini yang biasanya disebut dengan Teknologi Tepat Guna (TTG). Senin  Pagi,   (17/07/17)  DPMD DUKCAPIL  Kepri   mengadakan  Silaturahimdan Temu Inovator Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berdomisili di Pulau Bintan   yaitu   Kota   Tanjungpinang   dan   Kab.   Bintan,   pada   Silaturahim   ini diadakan di Ruang Rapat Dinas PMD DUKCAPIL, Dompak, Tanjungpinang, yang dihadiri oleh beberapa Inventor, Pengurus Posyantek dan Pembina dari Kabupaten/Kota.   Sardison   selaku   Kepala   Dinas   PMD   DUKCAPIL   Kepri mengatakan, kenapa hanya Inventor se-pulau Bintan sebab ada beberapa keterbatasan  maka  hanya  dihadiri  oleh  para Inventor yang  berdomisili  di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan),  namun ia berencana  dalam  waktu dekat   akan   mengadakan   kegiatan   yang   sama,   untuk   Silaturahim   para Inovator se Kepulauan Riau. Mantan   Kepala   Biro   Pembangunan   Kepri   juga   menyampaikan,   tujuan diadakan   silaturahim   ini   melainkan   untuk   pengenalan   sesama   inventor serta memiliki tujuan utama yaitu pembentukan Forum Inventor dan Pos Pelayanan   Teknologi   (   Posyantek)   Se   Provinsi   Kepulauan   Riau   dengan maksud agar sesama Inventor terjalin komunikasi yang tak putus dan tetap berinovasi   serta   saling   mendukung   satu   sama   lain   agar   inovasi-inovasi Masyarakat Kepri  mampu  masuk ke  pasar usaha  ditingkat Lokal  bahkan Tingkat Nasional serta dilirik oleh pelaku Pengusaha. Pada   kesempatan   ini   ia   juga   mengatakan   dan   meminta   dukungannya kepada Inventor dan DPMD KabupatenKota, kedepannya DPMD DUKCAPIL Kepri juga akan membikin suatu Informasi atau Buku yang berisikan Produk TTG   yang   telah   diinovasi   oleh   masyarakat   Kepri   yang   nantinya   akan diberikan   ke   Sekolah-Sekolah   dan   Masyarakat   luas,   dengan   tujuan merangsang masyarakat untuk lebih   berinovasi,  ia berencana   juga akan berkoordinasi   dan   mengajak  Organisasi   Perangkat   Daerah (OPD)   terkait untuk menjembatani dan mempresentasikan ke Investor – Invenstor, Semoga ada   Investor   yang   tertarik   untuk   meninvestasikan   dan mengembangkan temuan   masyarakat   Kepri   ini   menjadi   Produksi   Masal   hingga   ke   Pasar Nasional,     Keoptimisan   ini   didasari   oleh,   Masyarakat   Kepri   melalui Pemerintah Daerah sejak tahun 2011 hingga 2016 selalu mendapat Prestasi ditingkat   Nasional,   bahkan   pada   tahun   2015   Kepulauan   Riau   mampu mengharumkan   Nama   Indonesia   di   ajang   Internasional   yaitu   IEYI (International Exhebition Young Inventor) di Taiwan. Selain   itu,   salahsatu   bentuk   keseriusan   dan   pembinaan,   ia   mengatakan DPMD DUKCAPIL Kepri pada tahun 2017 akan menseleksi TTG yang sudah ada   dan   hanya   1   (satu)   TTG   terlebih   dahulu   yang   nantinya   akan ditindaklanjuti ke Kementerian Hukum dan HAM dalam pengurusan HAKI (Hak   Akan   Kekayaan   Intelektual)   yang   tujuannya   adalah   menjadikan produk Kepri ini, menjadi legal dimata hukum dan tidak bisa ditiru atau diperbanyak tanpa izin dari penemunya.  Ade Riva Ficomtv.co.id

Masyarakat Miskin Dapat Bantuan Hukum

Masyarakat Miskin Dapat Bantuan Hukum

TANJUNGPINANG,- Masyarakat miskin Kepri yang sedang berperkara kini tidak perlu khawatir lagi. DPRD Kepri saat ini hampir merampungkan peraturan daerah (Perda) Bantuan Hukum kepada masyarakat miskin. Dengan hadirnya perda ini, maka pemerintah menjamin seluruh masyarakat mendapatkan akses pendampingan di persidangan.

Ketua Pansus Bantuan Hukum, Taba Iskandar mengatakan bahwa saat ini, masih banyak ditemukan rakyat miskin yang tak mendapat bantuan hukum saat berperkara. Beragam alasan mencuat termasuk minimnya pemahaman dari masyarakat dan aparat penegak hukum.

“Masih banyak masyarakat miskin yang belum dapat bantuan hukum saat menjalani penyidikan di Kepolisian dan Kejaksaan. Aparat penegak hukum juga banyak yang tidak tahu UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang bantuan hukum. Kebanyakan masih mengacu ke KUHAP,” kata Taba di Graha Kepri.

Menurutnya, dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 disebutkan bahwa negara bertanggungjawab terhadap pemberian bantuan hukum bagi orang miskin sebagai perwujudan akses terhadap keadilan.

Adapun bantuan hukum tersebut berupa jasa hukum secara cuma-cuma. Artinya, di setiap perkara yang dihadapi orang rakyat miskin dapat menikmati fasilitas bantuan hukum yang diakomodasi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kepri.

“Penerima bantuan hukum adalah orang miskin dan pemberi bantuan hukum adalah Lembaga Bantuan Hukum atau organisasi kemasyarakatan,” kata Taba.

Seluruh fraksi-fraksi di DPRD juga memberikan tanggapan yang sama. Khusus untuk lembaga pemberi bantuan, Fraksi PDIP meminta agar perda ini memasukkan UU 18 tahun 2003 tentang advokat.”Kami meminta agar dalam konsiderannya dimasukkan UU 18 tahun 2003, agar Perda ini semakin kuat,” kata Ery Suwandi menyampaikan pendapat fraksinya.

Begitu juga dengan Golkar. Fraksi Beringin meminta agar Perda ini diperkuat dengan peraturan Gubernur. “Kami meminta agar Gubernur mengeluarkan Pergub sebagai pelaksana teknisnya,” kata Raja Astagena dari fraksi Golkar.

Adapun fraksi PKS melalui juru bicaranya Abdulrahman mengharapkan agar nantinya porsi terbesar diberikan kepada non litigasi. Sedangkan fraksi Demokrat menyoroti tentang akreditasi dan verifikasi kepada organisasi bantuan hukum. “Kami berharap agar akreditasi dan verifikasi, tidak menghalangi dan membatasi lembaga memberikan bantuan hukum,” kata Joko Nugroho dari fraksi Demokrat. Sejak lahirnya UU Bantuan hukum, Pemerintah diwajibkan memberikan bantuan hukum. Humas/Ogen Ficomtv.co.id