• +62 771 23686
  • info@ficomtv.co.id

Masyarakat harus lebih peduli kesehatan, jangan lagi menunggak iuran BPJS

Masyarakat harus lebih peduli kesehatan, jangan lagi menunggak iuran BPJS

foto-logo-bpjsTanjungpinang, Kantor BPJS Kesehatan cabang Tanjungpinang mencatat saat ini khususnya di Provinsi Kepri. Sebanyak 27.610 peserta BPJS Kesehatan menunggak pembayaran iuran bulanan. Jumlah tersebut terdiri dari 5 Kantor Perwakilan cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang di antaranya Kabupaten Lingga, Bintan, Natuna serta Anambas termasuk Kota Tanjungpinang sendiri.

Hal ini, disampaikan langsung oleh Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang Gunardi Chandra saat dijumpai dikantornya belum lama ini.
Dijelaskan Gunardi, meskipun pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas atau tempat untuk pembayaran iuran bulanan kepersertaan seperti Via Bank dan Kantor Pos. Namun pada kenyataannya belum memberikan dampak efektif akan kepatuhan masayarakat untuk melunasi kewajibannya tersebut.

“hasilnya, cukup banyak yang menunggak pembayaran iuran oleh peserta BPJS itu sendiri.” Ungkap Gunardi. “tunggakan tersebut rata-rata berasal dari peserta mandiri atau bukan penerima upah termasuk juga badan usaha.”Tambahnya.

Pada hal menurutnya, masyarakat sudah selayaknya lebih peka dan peduli akan jaminan kesehatan baik individu maupun keluarga, begitu juga badan usaha harus menjamin kesehatan karyawan-karyawannya, dan tentunya hal ini dibuktikan dengan rutin membayar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Negara.

“Karena pada intinya, iuran-iuran tersebut nantinya amat berguna, terutama ketika kita sedang sakit.”Timpalnya lagi

10.582 Peserta BPJS Kesehatan di non aktifkan

Akibat menunggak pembayaran iuran BPJS, pada awal Agustus 2016 kemarin, sekitar 10.582 peserta di non aktifkan. Pasalnya merujuk Perpres Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres No 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan.

“terhitung mulai 1 Agutus kemarin, bagi peserta yang mengalami keterlambatan melunasi iuran peserta BPJS Kesehatan selama 1 bulan saja, maka langsung di non aktifkan.”Imbuh Gunardi lagi.

“ini berlaku bagi seluruh peserta yang terdaftar pada BPJS Kesehatan, baik mandiri maupun badan usaha.” Tuturnya.

Untuk kembali aktif, para peserta maupun badan usaha bersangkutan harus melunasi terlebih dahulu tunggakan iuran yang sebelum-sebelumnya melalui Bank terdekat.

Menurut Gunardi. Sebagian masyarakat di sini beralasan menunggak iuran BPJS, karena malas berlama-lama untuk mengantri melakukan proses pembayarannya terutama melalui Bank.

Seperti yang diungkapkan oleh Muhardi, pria berumur 33 tahun asal Kabupaten Lingga ini mengaku dirinya sudah 2 bulan belakangan terakhir ini menunggak pembayaran iuran BPJS.

“malasnya ngantri lama-lama di Bank mas, waktu yang banyak terbuang di situ aja”.Ujar pria berprofesi tukan ojek ini.

Hal berbeda dikatakan oleh Suhaimi (28). dirinya mengatakan tak jarang terlambat membayar iuran BPJS akibat disibukkan dengan rutinitasnya sehari-sehari sebagi pedagang, sehingga membuatnya lupa untuk melunasinya.

Pembayaran iuran BPJS bisa melalui Kantor Pos

Namun, lebih jauh Gunardi menngatakan. Sejak 16 Desember 2015 pihak BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan Kantor Pos (MoU) dalam hal memberikan kemudahan pembayaran iuran kepada peserta BPJS Kesehatan.

“kita ketahui bersama, kantor pos sendiri sudah memiliki cabang yang sangat luas diseluruh wilayah Indonesia bahkan hingga pelosok perdesaan. Tentunya membantu masyarakat agar lebih mudah membayar iuran rutin bulannya.”Paparnya Syarat-syaratnya cukup mudah. Peserta hanya perlu membawa KTP beserta Kartu BPJS, selanjutnya petugas kantor pos akan meneybutkan iuran yang harus anda bayar. Jika anda kelas I iurannya sebesar Rp 80.000, kelas 2 Rp 51.000, dan kelas 3 Rp 25.500.

“Terakhir pihak kantor pos akan memproses pembayaran iuran anda melalui komputer yang telah terkoneksi dengan database BPJS Kesehatan.”Ujar pria akrab disapa Nardi tersebut.

Saatnya masyarakat tidak menanggap remeh BPJS Kesehatan

Sejak bertransformasi dari askes menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 kemarin. Tingkat kepercayaan masyarakat akan jaminan kesehatan yang diberikan oleh pihak BPJS sendiri semakin meningkat.

Khusus di provinsi kepri saat ini sudah terdapat sekitar 63 % masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dari total jumlah penduduk sebanyak 1,8 juta jiwa. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 yang berjumlah sekitar 40%.

Sebelumnya Nuryanto staf ahli di Kemnedagri yang juga mantan plt Gubernur Kepri beberapa waktu lalu menyatakan. Pada tahun 2016 ini BPJS menargetkan 1.022.000 juta warga Kepri mendaftar BPJS Kesehatan.

Sementara itu. Wan efi Yulisna Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Tanjungpinang mengatakan sudah saatnya masyarakat tidak lagi menyepelekan BPJS Kesehatan, sebagai jaminan sehat pada saat sakit.

“dengan membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu serta sesuai aturan yang berlaku, itu artinya kita bergotong-royong membantu sesama.”Ungkapnya.

Manfaat BPJS Kesehatan pula telah dirasakan oleh Ratno (48), pria yang melakoni pekerjaan sebagai Petugas Kebersihan Tanjungpinang ini mengaku, semenjak masuk BPJS Kesehatan sebagai peserta penerima bantuan iuran dari Pemerintah Kota Tanjungpinang ini mengaku tidak pernah mengeluarkan sepeser pun biaya, pada saat berobat ke RSUD Kota, akibat kecelakaan di jalan raya dan gejala malaria beberapa waktu lalu. 

“di samping gratis berobat, pelayanan dokter dan perwatnya-perawatnya juga sangat bagus”. Ucapnya sambil bergegas membersihkan sampah-sampah di salah satu ruas Jalanan Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Ogen Ficomtv.co.id.

Winata

Leave your message

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.